Beberapa waktu lalu, pasca kecelakaan yg mengakibatkan luka-luka, n menelan ‘korban’ berupa jeans, jaket, sarung tangan, (tentunya juga termasuk sepeda motornya), dua hape juga jadi error, Nokia N73 tersayang n Nokia 2116 yg malang. Symptom-nya N73 jadi offline terus, nggak bisa dipakai, setelah ke Nokia Care di Jl. Letjen Sutoyo (kalau nggak salah), 4 hari kemudian saya ambil. Katanya mbak CS-nya sudah bisa, tapi ketika saya coba sendiri menggunakan SIM card saya, DUEER!!! offline lagi!! What? akhirnya sadar, mungkin memang kartunya yang rusak gara-gara kecelakaan, terlebih lagi kartu IM3 saya usianya sudah 5 tahun lebih. Setelah ke Indosat nya akhirnya kartunya diganti, alhamdulillah akhirnya bisa. Tetapi, karena kebodohan dari teknisi Nokia, tombol Gallery tidak bisa digunakan dan Camera juga tidak enak digunakan. Satu masalah hilang, datang masalah lain lagi. Akhirnya, saya harus rela selama sebulan datang ke Nokia Care hingga 3 kali. Di saat itu pula hape satunya, 2116 tidak bisa digunakan. Bila dinyalakan, yang keluar hanya indikasi sedang charging. What?? Ada apa lagi ini? Karena nggak tahu harus diapakan dengan hape ini (di internet juga tidak membantu), akhirnya hape ini mangkrak. Beberapa hari kemudian, iseng-iseng kakakku mencoba memasang menggunakan dengan SIM card nya, dan ternyata BISA! Lah? kok bisa? Sepertinya kartu saya ini juga rusak karena kecelakaan. Saya sendiri heran kok bisa dua kartu di dua hape berbeda rusak padahal kondisi hapenya tidak apa-apa (padahal di celana jeans sampai-sampai ada bekas 2 hape, karena di kecelakaan tersebut, saya jatuh, tertindih sepeda motor, dan terseret hingga beberapa meter). Disaat yang sama pula, hape 6600 yang awalnya bisa, akhirnya ketularan dua hape saya dan nggak bisa dinyalakan. KOMPAK DEH SAMA-SAMA RUSAK!
Indonesia
English
). Sebelum berangkat kami terlebih dulu sarapan pecel…yummy….sudah lama saya tidak makan pecel. Setelah sarapan kami pun pergi, kami pun menyempatkan untuk melewati desa Yuu berada. Eh, ketika kami lewat, ternyata Yuu sedang duduk bersama temannya. Akhirnya kami mengobrol sebentar, kemudian melanjutkan perjalanan. Kami sendiri tidak tahu kemana kami akan berlalu. P pun mengajak melihat rumah salah satu teman kami satu jurusan yang juga tinggal di Blitar dan dia sudah menikah, saya pun mengiyakan saja. Ternyata perjalanannya jauh sekali, saya sendiri tidak hafal mana saja yang telah kita lalui. Yang masih ingat kami melewati desa Cangkring (kalau tidak salah), disini pemandangannya dipenuhi hijaunya tanaman dan pohon, kanan kiri kami berupa persawahan, masih asri sekali menurut saya tidak seperti di perkotaan, dimana-mana gedung dan ruko (terutama malang yang sekarang menurut saya bukan lagi malang kota bunga, tapi malang kota ruko!).Setelah berputar-putar kira-kira 2 jam-an, kamipun memutuskan kembali, karena Yuu sms kalau dia ada waktu luang. Di counter hape seperti malam sebelumnya, kami berjanji bertemu di situ. Kami pun bertemu lagi, *senangnya
*. Lama kami mengobrol, sampai-sampai saya melupakannya *maafkan…
*. Karena saya merasa tidak enak, akhirnya saya pun mempersilakan dia menemui si W daripada diam dan menunggui kami, disini saya dan P pun berpisah. Saya dan Yuu pun berdua mengobrol lagi. Tetapi, kami merasa tidak enak, karena banyak teman Yuu yang berlalu lalang melewati counter tersebut, hingga akhirnya salah satu teman Yuu lewat, yang mungkin karena ada apa-apa kami pun merasa tidak enak. Kami pun memutuskan untuk jalan-jalan naik motor Yuu. Kami lalu berputar-putar mencari tempat yang enak untuk melanjutkan obrolan kami. Setelah jauh mencari, kamipun menemukan gardu merah (seperti nya sih terlihat seperti atribut salah satu partai). Kami pun mengobrol disini lamaa sekali… Hal ini membuat saya sungguh senang. Kalaupun di dunia ini ada yang bisa membuat saya senang, dia lah yang bisa membuat saya benar-benar merasakan hal itu.
*, setidaknya saya ingin melakukannya sebelum saya menyesalinya dan tidak pernah melakukan sama sekali. 
