Diantara cinta, persahabatan, dan perjalanan – Day 1

Posted in: Diariku |

My Weekend… With someone I’m loving to… Struggling to the village…


Weekend kemarin saya lalui tidak seperti biasanya yang hanya menganggur saja. Sabtu pagi hingga minggu siang saya berada di Blitar. Ini pengalaman pertama naik motor sejauh itu, tapi yaa… saya dibonceng teman sih, sebut saja si P. Saya tidak diperbolehkan naik motor sendiri karena Bunda tahu kebiasaan saya yang selalu memacu sepeda motor hingga 100 km/jam (walau sepeda motornya ngos-ngosan hehehe) lagipula saya punya riwayat mengalami banyak kecelakaan hehehe. Karena teman saya itu sudah sering pergi jauh naik sepeda motor kemana-kemana, jadi saya percaya saja selama perjalanan.
Tujuan kami sebenarnya adalah mengunjungi teman kami yang sedang melaksanakan KKN di sana, si P mengunjungi temannya W sedangkan saya mengunjungi Yuu (nama ini sering sekali disebut yah…di status YM-ku, FS-ku, dsb…bisa ditebak siapa dia kan…kanojyo wa ore sama no saikou no ai suru hito ). Saya sudah lama tidak melihat dia, kira-kira semingguan, jadi rasanya saya ingin melihatnya, seems I can’t be far away from her for a long time. Apapun yang terjadi, dimana pun, dan bagaimanapun juga, saya ingin sekali menemuinya walaupun sebentar saja. Bagi saya ini pertama kalinya saya merasakan hal seperti ini dan melakukan ini ke seorang cewek, karena bagi saya dia orang yang paling saya sayang dan cinta, walaupun bertepuk sebelah tangan *hiks hiks *, setidaknya saya ingin melakukannya sebelum saya menyesalinya dan tidak pernah melakukan sama sekali.
Banyak orang menganggap saya orang rumahan dan sebagainya, tetapi sebenarnya saya tidak seperti itu… keadaan lah yang membuat saya tampak seperti itu. Saya sanggup-sanggup saja berada di mana saja, kapan saja, karena saya mudah beradaptasi… Setiap orang mempunyai kekurangan tapi dibalik kekurangannya itu pasti mempunyai kelebihan. Saya tentunya mempunyai banyak sekali kekurangan sebagai manusia, dan mungkin konsekuensinya itu saya mampu beradaptasi dengan cepat seolah tidak merasakan perubahan tempat, selama ini rasa-rasanya selama jauh dari rumah tidak merasakan yang namanya homesick.
Kembali ke perjalanan kami, jam 6.30 kami berangkat dari rumah saya dan perjalanan memakan waktu hingga 2.5 jam. Kami sempat kelewatan jalan, karena P tidak hafal jalur menuju Blitar, untung saja karena saya tiap tahun ke Tulungagung dan melewati Blitar saya ingat jalan yang dilalui. Untung saja tidak terlalu jauh kelewatannya cuma beberapa meter saja sih hehehe…pertama itu di Kepanjen dan yang kedua ketika di Karangkates. Sesampainya di kota Blitar kami tidak tahu ke arah mana, akhirnya kami pun bertanya ke tukang becak setempat untuk menanyakan arah ke Srengat dan kamipun diberitahu. P pun hafal jalan menuju ke desa yang akan kami tuju, karena dia dulunya jadi ‘ojek’ teman-teman cewek ketika kami KKN dulu dan kami satu desa saat itu. Akhirnya kami tiba di kos-kosan W di desa Maron, Srengat, pada pukul 9. Dan ketika membuka helm, ternyata W ada di dekat pintu. Dia terkejut sih, karena kami tidak jelas memberitahunya tapi tiba-tiba langsung nongol tepat di kosan dia. Suatu kebetulan, karena kami juga tidak tahu kalau itu ternyata kosannya, kami hanya melihat banyak anak memakai jas almamater Unibraw.
Akhirnya kami pun beristirahat dan mengobrol panjang kali lebar. Ketika kami ngobrol itu, datang beberapa teman yang KKN dari desa lain. Saya pun mengenali sepeda motor yang dipakai salah satu dari mereka, itu sepeda motor milik Yuu, dengan beberapa lecet karena kecelakaannya dia beberapa waktu lalu saya pun benar-benar yakin itu pasti miliknya. Saya pun mengirim sms dia, kok cuma motornya dia yang datang, yang punya malah ga ikut yah…karena dia sibuk sih. Ada kejadian cukup lucu sih sehubungan dengan sms ini. Sebelum saya berangkat saya sudah mengirim sms ke dia, memberitahukan akan berangkat. Nah ketika dia membalas sms itu, jam sudah menunjukkan pukul ½ 9 dan saya sudah berada di kota Blitar. Dia mengira saya msh dalam perjalanan dan tidak menyangka sudah di Blitar.
Kami berjanji bertemu jam 2an, saya tunggu-tunggu kok tidak datang. Akhirnya saya pun bersama W mencoba mencari desa tempatnya dia berada… P pun menunggu saja. P sepertinya jadi tumbal saya, maafkan P… U’re a great friend, thanks a lot, Pal . Setelah belajar kilat bagaimana naik sepeda motor koplingan akhirnya saya pun berangkat bersama W. Lama mencari belum juga ketemu dan bingung mencari. Ternyata Yuu pun menghubungi kalau dia sudah menunggu di balai desa, akhirnya kami pun kembali. Kamipun akhirnya bisa bertemu jam ½ 3an. Senangnya!!!…. hehehe. Kami pun ngobrol hingga jam ½ 5an sebelum akhirnya dia harus pergi karena hanya dapat jatah waktu 2 jam untuk jalan2. Saya pun menemani dia pulang, karena saya juga ingin tahu letak dimana kosannya dia berada. Waww…jalan yang kami lalui benar2 makadam…Jalan becek nan liat dan ada juga kerikil2, yang membuat motor saya ‘stuck’ di situ beberapa kali. Akhirnya setelah tahu, saya pun kembali ke balai desa.
Malam pun menjelang, dia tidak bisa keluar kemana2 karena harus rapat KKN. Akhirnya karena saya ingin sekali bertemu dia, saya pun memberitahunya akan datang. Saat itu sudah pukul ½ 8. Saya pun nekat saja melewati jalanan yang tadi saya lalui, karena tidak ada jalan lain yang saya tahu. Jalanan yang tadi siang saya lalui sekarang benar2 gelap tidak ada penerangan selain dari lampu motor saya, selain itu jalanan juga sepi tidak ada siapa-siapa, alhamdulillah saya pun sampai dan tidak ada ‘gangguan-gangguan’. Kami berjanji bertemu dekat counter hp terdekat, untung saja sih, sekalian saya membeli pulsa hehehe. Lumayan lama menunggu, akhirnya dia datang juga, membawa kresek dan juga pop mie… what? Yah… Ternyata yang membuat lama karena Yuu membuatkan pop mie karena tahu saya belum makan. Padahal saya alergi… T-T tapi apa boleh buat, setengah dia makan dan setengah lagi saya yang menghabiskannya. Akhirnya setelah cukup lama mengobrol kami pun berpisah…rasanya sedih sekali…tapi apa boleh buat…waktu jua yang pastinya memisahkan .
Sekembalinya ke balai desa, saya dan P pun berencana mencari tempat untuk menginap. Akhirnya diputuskan kami menginap di masjib besar Togogan, karena saya juga tidak ada masalah akhirnya setelah kami makan malam dengan sate kami pun berangkat menuju masjid tersebut. Kami menginap semalaman di emperan masjid… Sudah pasti rasanya keras dan dingin, tidak ada alas tidur sama sekali kecuali lantai porselen. Saya lumayan tidak bisa tidur, karena saat itu saya memikirkan barang-barang saya (karena saya saat itu membawa tiga hape hehehe). Daripada tidak bisa tidur, saya pun berdoa dan menyerahkan kembali semuanya ke Allah, supaya Allah yang menjaga saya selama tidur…Alhamdulillah tidak ada apa sih setelah saya bangun, hanya saja tidur saya tidak nyenyak karena sedikit2 terbangun dan dari Malang juga sebelumnya pundak dan leher saya sedikit sakit. Ketika bangun saya mengelus2 bagian belakang kepala saya. Wakz?? Kepala saya benjol besar sekali… tapi tidak terasa sakit sama sekali. Yah, smoga tidak terjadi apa-apa sih. Akhirnya saya pun mengambil air wudhu dan sholat Shubuh berjamaah…




Speak Up!

Leave your own comment

Notify me of follow-up comments via e-mail (or subscribe here).




 

Share

Subscribe Feed

Email

Facebook

Twitter

Delicious

Digg

StumbleUpon

Google Buzz

Deviantart