
Sedikit mengulas saja tool-tool Javascript untuk Web Developer, antara lain compressor, beautifier, debugger. Tidak terlalu lengkap ulasannya, yah karena itu dari pengalaman pribadi saja sih. Mungkin anda bisa membantu menambahkan.

Sedikit mengulas saja tool-tool Javascript untuk Web Developer, antara lain compressor, beautifier, debugger. Tidak terlalu lengkap ulasannya, yah karena itu dari pengalaman pribadi saja sih. Mungkin anda bisa membantu menambahkan.
Setelah seharian utak-atik komputer dan hardisk sejak 2 hari lalu, akhirnya hari ini mulai membetulkan OS-nya. Ternyata sebenarnya windows boot loader-nya masih ada, hanya saja tidak berfungsi untuk loading OS-nya. Hal ini dikarenakan tidak ditemukannya file ntldr sebagai windows windows legacy loader.
Foto 1: Subtopik Etika dalam Jejaring Sosial di Dunia Maya
Pada Minggu, 11 April 2010, saya berkesempatan menjadi pemateri seminar dengan topik “Rendezvous with OCC UB” yang diadakan oleh Opera Campus Crew (OCC) UB (dibantu MOST Fakultas MIPA. red, CMIIW). Seminar ini dilaksanakan di Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya sejak hari Sabtu, 10 April 2010 dengan 2 sesi.
Sesi pertama, pada hari Sabtunya, adalah pengenalan Opera Desktop 10, pengenalan tentang OCC UB dan rekrutmen karena President OCC, Yoga Keswara, beserta teman-temannya sudah menginjak semester 8, sehingga diperlukan regenerasi. Regenerasi ini pun nantinya tidak hanya dari Ilmu Komputer UB, tapi juga boleh dari fakultas lain.

Foto 2: Subtopik Etika dalam Jejaring Sosial di Dunia Maya
Sesi kedua, pada hari Minggu, materi subtopik “Etika dalam Jejaring Sosial di Dunia Maya” (dengan saya sebagai pemateri), serta pengenalan Opera Mini dan Opera Mobile.
Alhamdulillah, antusias dan animo seminar ini termasuk besar, tidak hanya dari Jurusan Matematika UB (Stat, Mat, Ilkom) tetapi juga dari fakultas-fakultas yang lain, seperti Fakultas Kedokteran, Teknik, dan Ekonomi.
Semoga nantinya OCC UB makin maju dan event-vevent yang diadakan semakin besar dan semoga nantinya saya juga bisa memberikan materi dengan tajuk yang sama di kesempatan seminar yang lain (entah di seminar OCC atau di seminar yang lain bila diundang
).
Tahun ini seperti tahun kemarin saya menjadi developer untuk Seleksi Masuk (Selma) UB. Banyak hal yang saya rasakan terutama karena tahun lalu itu baru pertama kalinya saya mengurusi suatu sistem informasi online dengan hit yang banyak. Perasaan takut karena belum pernah menangani dan mengurus web aplikasi seperti itu yang notabene ‘single fighter’ dalam masalah mulai dari desain, database, aplikasi, serta server, -kecuali masalah jaringan- meski juga dibantu oleh Pak Wiwid, yang dulu beliau adalah dosen saya dan sekarang menjadi kerabat kerja dalam satu instansi serta bantuan bapak dan ibu di Rektorat dengan feedback-feedback untuk mengembangkannya supaya lebih baik. Selma ini sendiri sebenarnya terdiri dari dua website yang berbeda, front-end site yang dilihat khalayak umum serta administration site untuk mengadministrasi, memvalidasi, dsb. Di sinilah ketakutan dan kejujuran menjadi emosi yang menyertai saya.
Akhir-akhir ini banyak sekali terjadi kekecewaan, kekesalan, kemarahan, yang dilampiaskan dengan berbagai cara. Fenomena yang terjadi di dunia fana hingga dunia maya. Membawa kerbau dan kambing, membakar foto dan menginjak-injaknya, memaki-maki, update status berisi makian, kemarahan, kebodohan diri sendiri di jejaring sosial semisal Facebook, Twitter, Plurk, dan sebagainya. Banyak orang akhirnya yang bisa melihat, membaca, dan merasakannya. Banyak pula reaksi yang diberikan. Empati kepada orang yang membutuhkan dan dilanda kemalangan, emosi kepada orang-orang yang anarkis dan kurangnya kesadaran, tertawaan kepada kebodohan seseorang, saling hujat dan maki atas penghinaan yang terjadi, dan berbagai macam reaksi lainnya dari yang terbaik hingga terburuk.
Hakikat manusia, untuk saling membantu, menolong, menghargai, dan menghormati tidak lagi dianggap hal yang sakral tapi gengsi, malas, dan malu. Banyak hal di sekeliling kita terjadi, anak muda tidak lagi menghormati orang yang lebih tua, seorang insan tidak lagi menghargai yang lain, orang yang membutuhkan tidak lagi dibantu dan ditolong, kanibalisme dan egoisme menyeruak di mana-mana.
Lihat saja, para pendemo, dengan garangnya, membakar foto kemudian menginjak-injak, memaki-maki, meneriakkan hujatan, simbolisme dengan binatang, semuanya dilakukan dengan tanpa bersalah dan mengganggap apa yang dilakukannya benar. Banggakah kalian? Apakah mereka, kita sendiri sudah sukses membawa hidup dan keluarga kita sendiri dan dengan mudahnya menghakimi orang lain?
Jika foto diri atau orang tua kita diinjak-injak, kita dan orang tua kita dimaki-maki, dihujat, disimbolkan dengan binatang, kita akan menerimanya? Apakah itu semua pantas dilakukan oleh manusia (yang beradab)? Pernahkah merenungkannya? Bagaiman bila kita melihat dari sisi lain, bukan kalian yang menghujat tapi pihak yang dihujat? Jikalau kalian menganggap diri kalian cerdas, berakal, dan memeluk suatu agama, apakah semua anarkisme, hujatan dan makian, akal dan agama kaliankah yang memerintahkannya??
Tuangan pikiran yang berupa tulisan tidak lagi kita pikirkan efeknya untuk orang lain. Tulisan-tulisan yang terkadang tidak diinginkan kita untuk membacanya, walaupun bukan kita yang sebagai objeknya. Kita menuangkan semau kita, menulis seenak kita. Yang satu menimpali dan ikut memaki, dan yang dimaki balik menyerang, yang diberi kesabaran hanya mengelus dada.
Untuk apa kita membaca hal yang buruk? Untuk apa kita menimpali sesuatu yang buruk? Bila semua itu tidak kita inginkan dan hanya menjadi lebih buruk saja.
Semoga saja, kita menjadi orang-orang yang lebih sadar diri, pandai-pandai membawa diri, memberi kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain. Sanggup membawa kebaikan berupa tulisan, perkataan, dan perbuatan dan hal yang baik-baik. Melampiaskan hal yang buruk dengan cara yang baik, selalu berdoa dan berdzikir, di dalam hati tanpa mengganggu yang lain. Amiin…
Dalam membuat suatu website yang menggunakan Ajax, terkadang kita mencari-cari gambar yang ditampilkan ketika loading. Nah, melalui beberapa website yang menyediakan fasilitas Ajax Loading Icon Generator free kita bisa membuat sendiri gambar preloader sesuai yang kita inginkan, seperti Ajax-loadernya Facebook, dsb. Berikut adalah beberapa web yang menyediakan fasilitas tersebut.
Akhirnya setelah lama tidak posting lagi… Sudah beberapa lama, sudah terlalu banyak kejadian yang terlewatkan dan tidak tercatat. Dari membeli laptop, kemudian Bunda kecelakaan, saya yang mengikuti GCOS di Jakarta dan beberapa waktu lalu saya sendiri kecelakaan. Jadi saya cicil dulu sedikit-sedikit ceritanya mulai dari laptop baru saya hehe…