- Hikaru {Aka} Yuuki のブログ - http://www.hikaruyuuki.com -

Diantara cinta, persahabatan, dan perjalanan – Day 2

My Weekend… Last hours with someone I’m loving to… Back to Malang…


Setelah kami sholat shubuh saya dan P mengobrol, masalah motor lah, dan sebagainya. Akhirnya setelah cukup lama, kami pun memutuskan untuk pergi jalan-jalan (mm…bukan jalan sih, naik motor ). Sebelum berangkat kami terlebih dulu sarapan pecel…yummy….sudah lama saya tidak makan pecel. Setelah sarapan kami pun pergi, kami pun menyempatkan untuk melewati desa Yuu berada. Eh, ketika kami lewat, ternyata Yuu sedang duduk bersama temannya. Akhirnya kami mengobrol sebentar, kemudian melanjutkan perjalanan. Kami sendiri tidak tahu kemana kami akan berlalu. P pun mengajak melihat rumah salah satu teman kami satu jurusan yang juga tinggal di Blitar dan dia sudah menikah, saya pun mengiyakan saja. Ternyata perjalanannya jauh sekali, saya sendiri tidak hafal mana saja yang telah kita lalui. Yang masih ingat kami melewati desa Cangkring (kalau tidak salah), disini pemandangannya dipenuhi hijaunya tanaman dan pohon, kanan kiri kami berupa persawahan, masih asri sekali menurut saya tidak seperti di perkotaan, dimana-mana gedung dan ruko (terutama malang yang sekarang menurut saya bukan lagi malang kota bunga, tapi malang kota ruko!).Setelah berputar-putar kira-kira 2 jam-an, kamipun memutuskan kembali, karena Yuu sms kalau dia ada waktu luang. Di counter hape seperti malam sebelumnya, kami berjanji bertemu di situ. Kami pun bertemu lagi, *senangnya *. Lama kami mengobrol, sampai-sampai saya melupakannya *maafkan… *. Karena saya merasa tidak enak, akhirnya saya pun mempersilakan dia menemui si W daripada diam dan menunggui kami, disini saya dan P pun berpisah. Saya dan Yuu pun berdua mengobrol lagi. Tetapi, kami merasa tidak enak, karena banyak teman Yuu yang berlalu lalang melewati counter tersebut, hingga akhirnya salah satu teman Yuu lewat, yang mungkin karena ada apa-apa kami pun merasa tidak enak. Kami pun memutuskan untuk jalan-jalan naik motor Yuu. Kami lalu berputar-putar mencari tempat yang enak untuk melanjutkan obrolan kami. Setelah jauh mencari, kamipun menemukan gardu merah (seperti nya sih terlihat seperti atribut salah satu partai). Kami pun mengobrol disini lamaa sekali… Hal ini membuat saya sungguh senang. Kalaupun di dunia ini ada yang bisa membuat saya senang, dia lah yang bisa membuat saya benar-benar merasakan hal itu.Banyak sekali yang kami obrolkan. Hingga akhirnya saya pun bertanya kepadanya, apakah dia mau bertukar hape beserta SIM card-nya ? Awalnya dia menolak, tapi mungkin setelah saya bertanya dan sedikit mendesak juga akhirnya dia pun mau bertukar hape. Jadi selama dia masih disana dan belum kembali ke Malang, kami belum bisa mengembalikan hape kami. Mm…dia juga bertanya alasan kenapa saya ingin menukar hape hingga nomornya, saya sendiri juga bingung kenapa, mungkin karena saya ingin lebih dekat dengan dia mengenalnya lebih jauh selain itu saya ingin tahu karena siapa saya bertepuk sebelah tangan. Jadi kalau saya tahu siapa dia dan tidak bisa membuat Yuu bahagia, saya akan datang menemuinya suatu saat nanti untuk meminta perhitungan, walaupun dia tentara juga, saya tidak peduli masalah itu, saya tidak ingin takut karena siapapun itu, karena hanya Allah Yang Maha di Atas segala-galanya.

Yuu pun mengajak untuk mencari tempat makan bakso, dan saya pun mau-mau saja. Saya pun kemudian menyarankan bakso di daerah Togogan, karena daerah itu yang saya tahu dimana tempat banyak jualan bakso nya. Kamipun meninggalkan gardu merah, dan menuju ke Togogan. Tempatnya lumayan jauh sih, dan di jalan raya (karena dilewati bus antar kota menuju Kediri , Tulungagung dan sebaliknya). Saya juga was-was karena jauhnya itu lagipula Yuu tidak memakai helm, saya takutnya andai benar-benar sampai Togogan, maka kami akan melalui kantor polisi. Setelah melewati pasar, akhirnya beberapa ratus meter kemudian kami menemukan bakso urat, kami pun berhenti disitu. Phew…untung tidak sampai melewati kantor polisi . Kami pun memesan dua porsi bakso, yummy…. Setelah selesai makan akhirnya kami memutuskan kembali. Kami pun berdiskusi bermacam-macam hal. Dia ingin meminjam tas saya, dan saya juga membutuhkan charger hape dia. Bagaimana supaya hal ini tidak ketahuan? kami pun memutar otak mencari jalan keluarnya. Lama berdiskusi akhirnya diputuskan untuk meminta bantuan. Semua pun berjalan lancar, sembari menunggu mereka selesai, saya kemudian berjalan ke masjid untuk sholat Dhuhur, dan ternyata P sudah ada disana, padahal sebelumnya W bilang kalau P ke masjid besar Togogan. Selesainya sholat dhuhur, saya dan P menunggu di tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya. Beberapa menit kemudian setelah kami menunggu, Yuu dan W pun datang, dan menyerahkan barang-barang saya yang sebelumnya di tas beserta charger hape miliknya.

Sampai disini lah pertemuan saya dengan Yuu, walau sedih untuk berpisah dan tidak bertemu lagi untuk waktu yang lama hingga dia kembali ke Malang, saya harus merelakan, saya tidak mungkin meninggalkan pekerjaan saya. Kami pun berpisah dan saya dan P berangkat ke Malang. Andai saja saya bisa untuk selalu di dekatnya dan menjaganya…Mungkin kah keajaiban itu datang? Saya tidak berani untuk berharap lebih, saya hanya bisa berdoa supaya Yuu bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya dan dia selalu bahagia ever after bersama siapapun nantinya. Amin…

Perjalanan pulang ini lumayan seru sih, karena kami melewati Kanigoro, dimana jalannya sedikit menakutkan, berliuk liuk dan turun naik. Awalnya P melaju dengan cukup kencang, hingga akhirnya saya melihat jalanan sepertinya menghilang. Wakz… untung saja P dengan sigap mengerem. Ternyata jalan yang tidak saya lihat itu dikarenakan jalan tersebut turun dengan lumayan curam dan berbelok ke kanan. Yah…ini perjalanan saya pertama kali lewat Kanigoro, seru sih, lumayan memacu adrenalin.

Lama kemudian, akhirnya kami memasuki kabupaten Malang. Setelah melewati Kepanjen, kami memasuki Kebonagung. Tiba-tiba saja hawanya langsung berubah drastis, dari yang awalnya panas tiba-tiba terasa dingin dan angin kencang. Dari jauh saya melihat awan hitam seperti menggunung, menyelimuti kota Malang, menakutkan menurut saya. Mungkin itu awan cumulus nimbus…hehehe saya sudah lupa istilah2 awan itu. Dalam benak saya, pasti kota Malang hujannya sangat deras sekali. Mendekati arah terminal, karena arus lalu lintas yang begitu padat, kami hampir saja ditabrak, dari arah kanan sepeda motor lain berjarak tinggal beberapa senti saja dari saya. Phew…untung saja tidak terjadi apa-apa. Melewati jalan supriyadi (kalau tidak salah), masih belum hujan, begitu sampai di Dieng tiba-tiba hujan mulai deras. Padahal kami sebelumnya mengira kita tepat waktu, kami datang setelah hujan reda, tapi kami salah!Lama-lama hujan semakin deras saja. Untung saja rumah saya tidak terlalu jauh dari situ. Setelah lumayan basah kehujanan, kami pun sampai. Alhamdulillah [1] kami tiba di Malang dengan sehat dan selamat…

Saya rasa cerita pengalaman saya untuk bertemu Yuu ini cukup sampai sekian, soalnya sudah panjang sih…Kapan-kapan kalau ada cerita lain, saya ingin tuliskan di blog ini, sebelum akhirnya saya ‘hilang ingatan’ dan melupakan yang telah terjadi

P.S. Yuu, kimi ga tame ni, kimi ga dakara, kimi dake jya, ore wa konna kimochi o kanjita koto ga dekiru yo. Eien ni, kimi ga zettai wasurenaide… Kimi no koto ga suki dakara ne. Ai shitteiru… Yuu…