Author Archive


Lyric: Shota Shimizu – Aishiteru

Posted in: Musik & Lirik |

‘nani shiteru?’ denwa goshi de itoshii koe ga hibiku
tameratteru tatta hitokoto suki to iu koto mo

nee Baby

me ni mienai mono dakara koso
ushinatte shimai sou de fuanda yo
kimi no koe ga togireru toki
itamu mune ga zutto saken deru

‘aishiteru’ aishite iru
chippoke na boku dakedo kimi o ushinai takunai yo
onaji sora bokura itsumo shiawase no imi sa ga shiteru

kangaegoto shiteru kimi hohoenderu kimi
kizukazu ni toori sugiteku kakegae no nai hibi

nee Baby

sasae atte ikiteku koto kimi to no deai de mananda yo
nagareru sora o oikakete bokutachi wa issho ni ikiteru

aishiteru kimi ga ireba
mirai no koto nanimo mienakute mo kowakunai
‘daijoubu’ yorisotte kisu o shite shiawase wa kitto itsuka kuru kara

nan domeka no kenka no toki kimi wa naiteta demo suki to itta
ikura nakisakenda tte otona ni nante nare nakute
shiawase ni nareru ka datte wakaranai
tsuyogatte miru keredo itsuwari wa hito tsumonai yo
Oh Baby boku wa tada kimi o aishiteru dake

‘aishiteru’ aishite iru
chippoke na boku dakedo kimi o ushi naitakunai yo
onaji sora bokura itsumo
shiawase no imi sagashiteru

aishiteru aishiteru futari no kotoba ga kasanatteru
natsu no sora yasashiku bokura tsutsumu shiawase wa ima koko ni aru

Next English Translation

(more…)

 


Lagu buat yang lagi patah hati

Posted in: Musik & Lirik |

Kalau ada yang lagi patah hati -soalnya sepertinya sekarang lagi musim patah hati, tapi bagi yang sedang berbunga-bunga semoga tetap bersemi - pernah ga dengerin lagunya Cliff Richard – Ocean Deep? hmm…kalau baca tiap baitnya benar-benar miris rasanya…however, buat yang lagi patah hati, semangat aja ya… lagunya ada di multiply nih dintje’s Site – Cliff Richard – Ocean Deep. Coba saja deh dengarkan bagus kok

OCEAN DEEP

Love , can’t you see I’m alone
Can’t you give this fool a chance
A little love is all I ask
A little kindness in the night

Please don’t leave me behind
No , don’t tell me love is blind
A little love is all I ask
And that is all

Ooh love , I’ve been searchin’ so long
I’ve been searchin’ high and low
And little love is all I ask
A little sadness when you go

Maybe you’ll need a friend
Only please don’t let’s pretend
A little love is all I ask
And that is all

** I wanna spread my wings
But I just can’t fly
As a string of pearls
The pretty girls go sailin’ by

## Ocean deep
I’m so afraid to show my feelings
I have sailed a million ceilings
Solitary room

Ocean deep
Will I ever find a lover
Maybe she has found another
And as I cry myself to sleep
I know this love of mine I’ll keep
Ocean deep

Now , can’t you hear when I call
Can’t you hear the word I say
A little love is all I ask
A little feelin’ when we touch

Why am I still alone
I’ve got a heart without a home
A little love is all I ask
And that is all

Repeat **
Repeat ##

I’m so lonely , lonely , lonely
(Ocean deep)
On my own in my room
I’m so lonely
(Ocean deep)
I’m so lonely , I’m so lonely …

 


Fill Your Life with Music Concert, between Hapiness and Illness ~ Part 3

Posted in: Diariku |

The (Finally) Meeting

Setelah konser selesai, kami tidak segera pulang, karena Vembriona memberitahukan sebelumnya untuk bertemu terlebih dahulu. Akhirnya saya pun menunggu sampai agak sepi sambil sms-an dengan teman saya. Ketika saya sedang mengetik sms, dari ujung mata terlihat seseorang menghampiri. Hohoho… ternyata orang yang mengenakan gaun serta syal merah muda, siapa lagi kalau bukan Vembriona. Akhirnya kami resmi berkenalan secara langsung. Perkenalan kita sungguh lucu. Saya mengenalnya pertama kali karena kami sama-sama ikut Sherina Fans Club (SFC), dari situlah kita mulai chatting lewat YM. Awalnya sih kita berteman dengan baik, tapi seiring waktu kita sering bertengkar hahaha… dari hal-hal sepele hingga adu argumen, kesemuanya memang bisa menyebabkan pertengkaran hahaha. Untuk itu lewat postingan ini saya meminta maaf kepada mbak Vembriona untuk apa yang telah saya katakan dan perbuatan yang tidak mengenakkan hati, lagipula sekarang masih bulan Syawal jadi semoga pintu maaf masih terbuka lebar untuk kami berdua, amieen…

Hal yang lucu pun terjadi, saya yang tidak suka berfoto, diajak untuk berfoto dengan Vembriona, tentu saja awalnya saya menolak, tapi akhirnya dikejar-kejar (walo beberapa meter sih hahaha). Baru kali ini ada artis minta foto ke penonton, bukan sebaliknya penonton yang minta foto ke artis Akhirnya kita pun berfoto berdua, tentu saja dengan wajah saya yang tanpa ekspresi senyum, karena saya memang susah untuk berfoto sambil tersenyum.

Malam pun semakin larut, saya merasa tidak enak badan yang semakin tidak mengenakkan. Akhirnya dengan berbagai alasan, saya pun harus menyudahi pertemuan itu. Kita hanya sempat mengobrol sebentar, menceritakan tentang kami masing-masing, terutama tentang kesinisanku, sarkasmeku, yang selalu mengkritik lagu-lagunya hehehe padahal sebenarnya lagu-lagunya bagus-bagus apalagi kesemuanya di-arrange sendiri, dari vocal, mixing, dll. Saya benar-benar salut dengan totalitasnya, hebat!! Semoga nantinya mbak Vembriona menjadi dikenal di seluruh pelosok Indonesia. Tidak lama kemudian kita pun menuju ke mobil masing-masing dan pulang. Akhir kata, terima kasih sebesar-besarnya kepada mbak Vembriona, mbak Via, dan Bu Endang, karena atas kemurahan hati mereka saya dapat menonton konser ini. It’s a precious time I ever had. Semoga pertemuan di lain waktu, lebih baik, tanpa dihiasi dengan sakit flu (kalau diingat-ingat ini adalah sakit flu kedua di Surabaya dan tepat pada bulan Syawal juga huhuhu). Semoga lain kali menjadi lebih baik….

 


Fill Your Life with Music Concert, between Hapiness and Illness ~ Part 2

Posted in: Diariku |

The Concert ~ Fill Your Life with Music

Fill Your Life with Music Brochure

Konser dengan undangan terbatas ini bertajuk Fill Your Life with Music ~ A Vocal Appreciation Concert by Anastasia, diadakan di Hotel Somerset, Surabaya, di Batok & Bromo Room. Dalam konser ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi dengan 11 performance, dan sesi kedua diisi dengan 7 performance serta terdapat special performance dari Anastasia Abdi W, yang mana konser ini didedikasikan untuknya. Listing performance sebagai berikut:

Session 1

1. I’d Do Anything ~ Devina

2. For the First Time ~ Daniel

3. Climb Every Mountain ~ Agnes

4. Broken Vow ~ Edita

5. Try To Remember ~ Ganesia

6. Over the Rainbow ~ Hilda

7. Hero ~ Agnes

8. The Rainbow Connection Vembriona

9. Your Love ~ Hilda & Marck

10. All For Love ~ Marck, Daniel, Yerry

11. How Much Is That Doggie In the Window ~ Devina

Session 2

1. My Romance ~ Khrisma

2. What A Wonderful World ~ Ganesia & Arianne

3. It’s Only A Paper Moon ~ Via

4. Bewitched ~ Yerry

5. Satin Doll ~ Via & Vembriona

6. For Once In My Life ~ Arie

7. You’ve Got A Friend ~ Via, Arie, Yerry, Daniel

Dengan arrangement:

1. Vembriona (piano dan beberapa vocal)

2. Jane Marsella (piano)

3. Henoch Tjondrowiguno (bass)

4. Nono Sutedjo (drum)

5. Grace (piano)

6. Charity (biola)

7. Michael (cello)

Genre dari konser ini adalah classical jazz, dengan musik dan vokal yang luar biasa, menurutku. Mereka benar-benar talented dan saya benar-benar menikmatinya. Sungguh disayangkan apabila saya sampai melewatkannya. Saya harap nanti saya dapat melihat pertunjukan semacam spektakuler ini. Walau saya saat itu dalam keadaan tidak fit tapi perasaan senang dan damai ketika mendengarkan performance mereka bisa mengalahkan semua rasa sakit yang saya rasakan. Untuk sementara saya bisa melupakan ketidak-fit-an saya. Kurang lebih 2 jam konser ini berlangsung dengan meriah.

 


Fill Your Life with Music Concert, between Hapiness and Illness ~ Part 1

Posted in: Diariku |

The Trip

Weekend kemarin (pada hari Sabtu dan Minggu), saya habiskan di saudara saya yang ada di Surabaya. Pada Sabtu pagi saya merasa hidung sepertinya tidak enak, sedikit sakit di antara tenggorokan dan hidung, saya berpikir “wah…sepertinya akan flu”, tapi akhirnya saya biarkan. Saya berangkat ke Surabaya pada Sabtu siang, setelah paginya berusaha membantu mba’ Lulu untuk meng-crimping tetapi hasilnya entah kenapa selalu gagal hehehe. Tentu saja, tidak berangkat sendiri tetapi bersama Mas Indo, karena saya sendiri tidak bisa menyetir mobil karena sudah hampir setahun tidak menyetir lagi. :p Alhamdulillah, sampai di rumah saudara pada pukul setengah 4, setelah perjalanan memakan waktu kira 2,5 jam.

Mas Rendra saat itu tidak berada di rumah, ternyata dia memajukan jam nge-date-nya, supaya dia bisa mengantarkan kami ke hotel dimana konser tersebut dihelat pada malam harinya. Oia, konser ini sebenarnya atas ajakan seorang teman bernama Vembriona (yang seharusnya saya panggil mbak, karena usianya sebaya dengan Mas Indo dan juga Mas Rendra, tetapi dia menolak). Vembriona juga akan bermain di konser ini. Saat itu kami tidak tahu secara jelas konser apa itu, tetapi Vembriona menjelaskan bahwa genre-nya klasik dan jazz. Akhirnya karena genre-nya merupakan genre yang saya suka, saya pun berusaha datang untuk melihat konser tersebut.

Kami berangkat ke hotel Somerset dimana konser itu diadakan pada pukul 6 lebih seperempat jam, karena konser akan dimulai pada pukul 7. Kami saat itu bisa dikatakan blank, tidak secara gamblang tahu bagaimana supaya bisa ke konser, hanya berbekal tahu bahwa konser diadakan di Hotel Somerset, dan Vembriona memberitahu bahwa tiket berada di Bu Endang, saya berpikir “info itu saja sudah cukup” hehehe. Di akhir perjalanan, kami ternyata salah jalan, yang seharusnya belok ke arah kanan, malah ke kiri, karena Mas Rendra yang menyetir juga ragu apakah ke kanan atau kiri. Baru sadar salah ketika telanjur belok kiri, padahal dari kejauhan terlihat Hotel Somerset itu. Akhirnya sampai juga di Hotel Somerset pukul 7 lebih. Kami agak lama di parkiran karena bingung juga dengan tempat parkir, kami mendapat tempat parkir no 99, tetapi tidak menemukannya, dan ketika di deretan no 90-an ternyata berjejer taksi-taksi. Wah…yang mana ini? Jadi saat itu hanya berputar-putar, tetapi untungnya ada staff hotel yang memberitahu, tidak apa-apa untuk parkir di tempat yang kosong (saya lupa no berapa itu, tetapi yang jelas bukan no 99). Setelah parkir, kami pun turun dan menuju ke hall hotel.

Setelah di hall, kami pun bertanya dan stafff hotel pun memberitahu letak konser, yang ternyata dekat dengan letak kami. Di pintu masuk konser, saya pun bertanya “Bu Endang yang mana ya?” kepada pria yang menjadi penerima tamu, kemudian dia pun memberitahu. Akhirnya saya pun bertanya ke Bu Endang, dan memberitahu bahwa saya temannya Vembriona. Bu Endang pun langsung tanggap, “Oh Putra ya, yang dari Malang”, saya berpikir “Waw…apa tidak kurang detil? hehehe”. Kami pun mendapatkan tiket masuk sejumlah 3 lembar, untuk kami bertiga. Untung saja masih ada tiketnya, karena sebelumnya saya hanya memesan 2 tiket dan tiket tambahan itu mepet pada Sabtu sore hari saya memesan (sebetulnya bukan memesan tetapi jadi seperti gratisan, saya merasa tidak enak hati, karena ketika saya ingin mengganti tiketnya, Vembriona menolak). Akhirnya kami pun masuk ke dalam. Kita awalnya mengambil seat deretan ketiga, tapi karena Mas Rendra kurang jelas melihat akhirnya dia memutuskan untuk ke seat deretan kedua. Tahu apa yang terjadi? Serta merta ketika dia duduk, langsung dipanggil, karena ternyata deretan pertama dan kedua adalah seat VIP hehehe. Akhirnya kita pun duduk malah di seat deretean keempat, dan saya bersebelahan dengan seorang gadis, yang yaa… cantik sih hehehe. Finally, the show has begun…

 


Declarative vs Programmatic binding with ASP. NET

Posted in: Pemrograman |

Hari ini ketika mengedit source file ASP yang saya kerjakan kemarin, baru saya dapati dari senior programmer saya Mas Cipta, yang meng-comment apa yang telah saya kerjakan sebelumnya dan dia juga meninggalkan catatan ” NOTES: Prefer using declarative binding, I’ll continue later”. Akhirnya ya aku tidak lanjutkan yang aku kerjakan. Aku sendiri tidak tahu alasannya kenapa dia prefer ke declarative binding, sedangkan saya sendiri lebih menyukai programmatic binding. Alasannya kurang lebih sama dengan penjelasan seperti yang sama temukan di Chris McKenzie’s Blog

Declarative vs. Programmatic binding with the ASP .NET DataGrid

A co-worker and I were having an argument this morning about the best way to databind to an ASP .NET datagrid control. The argument centered around whether to use the declarative server-tag syntax in the aspx file (e.g., <%# Container.DataItem(“Name”) %> ) or doing it programmatically in the code-behind using the ItemDataBound() event.I personally do not like the server-tag approach. Given that I use the code-behind to manage databinding in most other instances, and given that I often need a finer degree of presentation control than server tags give me, I prefer to write my binding code using the event model. I realize that this approach adds a bit of complexity on the initial design side, but I find that such code is easier to modify and extend in the long run than server tags. I also like knowing that all of my binding code is in one place, and that there is a consistent approach to databinding throughout the system, making maintenance easier. Extensibility is also a concern because if the needs of the binding exceed what is normally accessible via server-tags, the binding logic has to be redeveloped from scratch in the code-behind. Finally, the server-tags approach smells of classic ASP to me; and while it’s a purely emotional response, I want to stay as far away from intermingling presentation and programming logic as possible.

My co-worker recognizes that there are many instances where programmatic databinding is necessary, but argues that it’s often easier to just use declarative server-tags. His argument is that the speed-of-development on the front-end is worth the possible slower maintainability and extensibility in the future.

I realize that I’m not giving my co-worker equal space here, but in truth, that’s about all he said. I’m interested if anyone else has an opinion on this subject, and what other issues may be present that we’re not considering.

Thoughts?

<%# Container.DataItem(“AttorneyName”)%>
Published Wednesday, May 18, 2005 2:36 PM by taganov
Filed under: ASP .NET, Miscellaneous

Anda sendiri lebih prefer mana, declarative ataukah programmatic binding?Itu semua pilihan Anda ^__^

 


Lebaran Tahun Ini (Bagian 2)

Posted in: Diariku |

Seninnya memulai lagi perjalanan berjam-jam, kali ini menuju kota Surabaya bersama Mas Agus, dan tetap menggunakan Katana. Awalnya semua berjalan dengan lancar. Hingga sampai di Pasuruan tiba-tiba terdengar suara klek klek klek dari arah mesin. Akhirnya kami menepi untuk mengecek mesin. Setelah dicek ternyata tali kipas mulai ada patahan, sepertinya memang karena rusak karena waktu. Setelah berusaha dikencangkan, akhirnya berjalan lagi. Hanya saja setiap kali kecepatan melebihi 60 km/jam, suara itu kembali dengan memberikan gejala-gejala aneh. Speedometer menunjukkan 120 km/jam, secara implisit itu benar-benar cepat, padahal kenyataannya kami hanya memacu 60 km/jam. Apabila sudah begini, akhirnya harus menepi lagi, mengecek mesin setelah itu berjalan dengan pelan hanya dengan kecepatan 40 km/jam menuju Surabaya.

Setelah lama mencari bengkel yang buka akhirnya ada bengkel yang buka. Disini mobil diperiksa lagi, kali ini oli perseneling. Lagi-lagi hal yang mengejutkan. Oli perseneling sampai encer berwarna hitam. Dugaan kami, di bengkel yang sebelumnya aku sebutkan, sepertinya oli mesin lah yang dimasukkan ke oli perseneling. Lagi-lagi kami kesal dibuatnya. Bisa-bisa seluruh mesin rusak hanya gara-gara itu. Setelah oli perseneling diganti akhirnya kami melanjutkan perjalanan.

Melewati pasar Porong, kemacetan dari arah Surabaya-Malang sudah terlihat dan ini berlanjut hingga beberapa kilometer. Melihatnya saja sudah gerah, capek, sebal, apalagi kalau sampai mengalaminya, bayangkan saja dengan Katana tanpa AC pastinya sampai di Malang jadi barbeque saus keringat hehehe.

Sehabis acara pertunangan selesai, aku, kakak, dan Mas Rendra pergi mencari toko yang menjual spare part untuk tali kipas mobil. Akhirnya, setelah lumayan lama mencari, kita menemukannya di daerah Rungkut. Satu yang belum ketemu adalah bengkel, siapa yang akan mengganti kipasnya? Tapi untung saja Mas Rendra punya teman yang bisa membantu saat itu dan bisa mengganti tali kipas. Alhamdulillah…Terima kasih Allah…Sorenya, sekitar pukul setengah tiga, kami pamitan dan mulai berangkat untuk menuju kembali ke Malang. Di tengah-tengah perjalanan akhirnya akupun terlelap dan ketika bangun, kami sudah di Singosari. I’m back… Malang… Sweet home sweet…

 


 

Random Articles


 

Share

Subscribe Feed

Facebook

Delicious

StumbleUpon

Google Buzz

Deviantart