My Brand New La La La Laptop

Posted in: Diariku |

Akhirnya setelah lama tidak posting lagi… Sudah beberapa lama, sudah terlalu banyak kejadian yang terlewatkan dan tidak tercatat. Dari membeli laptop, kemudian Bunda kecelakaan, saya yang mengikuti GCOS di Jakarta dan beberapa waktu lalu saya sendiri kecelakaan. Jadi saya cicil dulu sedikit-sedikit ceritanya mulai dari laptop baru saya hehe…

Selama ini yang namanya laptop sudah menjadi pasaran. Tidak seperti “jaman” saya, dimana laptop masih menjadi barang mahal dan mahasiswa lebih memilih membeli komputer desktop ketimbang laptop. Tapi sekarang tidak. Hampir setiap mahasiswa sekarang punya, karena faktor mobilitas. Tidak ada  mahasiswa yang mau menggotong komputernya setiap kali ada kerja kelompok kan?  Sayangnya, saya yang sudah lama tidak menjadi mahasiswa tetapi sudah bekerja (walau freelance) malah tidak punya barang yang satu itu, padahal saya bekerja di dunia IT. Hanya bermodalkan komputer P4 3.4 GHz lama yang telah beberapa tahun menemani sejak saya kuliah semester 1, berarti sudah 6 tahun menemani. Waktu itu, komputer saya sudah benar-benar cepat, tapi sekarang tidak lagi seiring semakin borosnya resource program-program yang saya perlukan. Kalaupun teman-teman melihat saya memakai laptop, itu sebenarnya karena laptop pinjaman. Masa-masa skripsi, saya menggunakan laptop milik ortu saya, kemudian selama beberapa bulan ini menggunakan laptop yang dipinjamkan kampus UB untuk proyek SelMa (Seleksi Masuk) UB. Otomatis setelah proyek itu kelar, laptop pun harus kembali dan untuk masalah mobilitas kerja memang susah.

Akhirnya setelah lama menunggu-nunggu untuk mempunyai laptop sendiri, akhirnya bisa juga membeli laptop yang saya inginkan, walaupun menguras tabungan yang sudah 1-2 tahun saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Sejak dulu brand yang namanya VAIO benar-benar saya idam-idamkan, tapi akhirnya pilihan saya tidak jatuh ke brand satu itu.  Beberapa faktor yang menyebabkan saya tidak memilih VAIO. Dua di antaranya adalah, tidak/kurang tersedianya service center di Malang dan original part yang relatif mahal sekali di luar garansi. Andaikata saya berdomisili di Surabaya yang lebih lengkap pilihan laptop serta service centernya, mungkin saya akan membeli salah satu di antara VAIO atau MacBook.

My Laptop

My Laptop

Pilihan jatuh pada Toshiba Satellite M500 yang berbalutkan warna putih seperti onyx dan terlihat elegan. Warna putih elegan, mungkin karena saya mengidam-idamkan VAIO serta MacBook yang tidak kesampaian karena beberapa kendala yang sudah saya sebutkan di atas hehehe. Laptop ini ditenagai processor Intel Core 2 Duo P8700 2,53 GHz, dengan memory 4 GB, hardisk 400 GB, dan diperkuat dengan graphic card ATI Radeon HD 4500. Sayang oh sayangnya, OS yang digunakan Vista Home Premium 32 bit, saya kira 64 bit, jadinya percuma dengan memory sebesar 4 GB, tidak akan disupport oleh OS 32 bit, jadi mubazir juga karena 1 GB tidak akan terpakai. But after all, M500 is my best laptop and I hope it will getting along with me ever after :)

My Laptop

My Laptop




Speak Up!

Leave your own comment

Notify me of follow-up comments via e-mail (or subscribe here).




 

Share

Subscribe Feed

Email

Facebook

Twitter

Delicious

Digg

StumbleUpon

Google Buzz

Deviantart