?
 
 

Archive for the ‘Japan & Indo Culture’ Category

Page 1 of 212»
 
kanji-name

Nama pemberian lebih banyak perbedaan dalam penulisan dan penggunaan karakternya. Nama untuk laki-laki biasanya diakhiri dengan –ro (郎 “son”, but also 朗 “clear, bright”) atau –ta (太 “great, thick”) atau mengandung ichi (一 anak pertama), kazu (ditulis juga dengan一 untuk anak pertama, atau beberapa kemungkinan lain), ji (二anak kedua atau次 “next”) atau dai (大 “great, large”). Sedangkan untuk perempuan menggunakan nama yang diakhiri dengan –ko (子 “child”) atau -mi (美 “beauty”) (Sejak akhir 1980 popularitas dari nama perempuan berakhiran –ko menurun drastis untuk nama bayi dan beberapa perempuan menghilangkan –ko ketika dewasa). Akhiran nama yang populer lainnya untuk perempuan adalah –ka (香 “scent, perfume” or 花 / 華 “flower”) dan – na (奈, or 菜, berarti greens).

Nama Jepang biasanya ditulis dalam kanji, yang merupakan karakter dalam bahasa China tetapi dalam pengucapan dalam bahasa Jepang. Kanji untuk sebuah nama dapat memiliki banyak kemungkinan pengucapan. Nama Jepang adapula yang ditulis menggunakan hiragana atau bahkan katakana atau campuran dari kanji dan kana. Nama tradisional menggunakan pembacaan kun’yomi (berdasarkan bahasa Jepang asli) sedangkan ada pula yang menggunakan on’yomi (berdasakan bahasa China) untuk membaca nama pemberian dan nama keluarga.

(more…)

VN:F [1.6.2_892]
Rating: 3.7/5 (3 votes cast)
VN:F [1.6.2_892]
Rating: 0 (from 0 votes)
2 Comments »
Share/Save
 
kanji-name

Struktur nama sekarang (nama keluarga + nama pemberian) belum terwujud sebelum 1870an ketika pemerintah membuat sistem registrasi keluarga baru. Di masa feudal Jepang, nama merefleksikan status sosial seseorang. Nama juga merefleksikan keanggotaan seseorang misalnya terhadap kepercayaan seperti Buddhist dan Shintō, militer-feudal, perdagangan, pelayan, atau budak, dan sebagainya.

Sebelum masa feudal, nama klan di Jepang ditonjolkan, yaitu nama dengan menggunakan no (no berarti dari, walaupun asosiasinya dalam urutan terbalik dalam bahasa Jepang, dan umumnya tidak secara eksplisit dituliskan dalam penamaan seperti ini). Sehingga, nama Minamoto no Yoritomo (源 頼朝) adalah Yoritomo (頼朝) dari klan Minamoto (源), contoh lain adalah Fujiwara no Kamatari (藤原 鎌足), Ki no Tsurayuki (紀 貫之), dan Taira no Kiyomori (平 清盛).

(more…)

VN:F [1.6.2_892]
Rating: 3.0/5 (2 votes cast)
VN:F [1.6.2_892]
Rating: 0 (from 0 votes)
6 Comments »
Share/Save
 

Berhub sekarang ada teman saya dari Jepang, Hayashi Eiichi san, yang sedang homestay di rumah saya, naluri ke-Jepang-Jepangan saya pun mulai keluar lagi hahahaha. Akhirnya saya pun kontak dan chatting dengan dosen saya, Abazh sensei yang sedang menempuh S3 di Keio University. Ngobrol-ngobrol kesana kemari, tentang akademisi, dan sekitarnya, dan pada akhirnya membicarakan tentang politik, karena hari ini topik yang lagi hot-hotnya adalah Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2009 yang memang jatuh tepat pada hari ini, 8 Juli 2009.

Setelah agak beberapa lama mengobrol masalah Pilpres dan menanyakan bagaimana hasilnya di tempat Abazh sensei, saya pun diberi linknya dan hasilnya adalah SBY-Boediono yang unggul telak dengan 74,53%, disusul pasangan JK-Wiranto sebesar 17,69%, dan Mega-Prabowo sebesar 5,36%. Berikut ini adalah hasil screenshot yang saya ambil tanggal 8 Juli 2009 pukul 20:55 WIB dengan total surat suara 100% (373 surat suara) dan 2,41% surat tidak sah (9 surat suara).

Penghitungan Suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2009 TPSLN Meguro-Tokyo, 8 Juli 2009

Penghitungan Suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2009 TPSLN Meguro-Tokyo, 8 Juli 2009

Bagaimana dengan tempat lain? Kita lihat saya dalam waktu dekat ini…

VN:F [1.6.2_892]
Rating: 4.0/5 (1 vote cast)
VN:F [1.6.2_892]
Rating: 0 (from 0 votes)
No Comments »
Share/Save
 

Musha

musha

Musha

Merupakan boneka prajurit yang biasanya terbuat dari bahan yang mirip dengan boneka Hina, tetapi dengan konstruksi yang lebih kompleks, karena mewakili laki-laki (atau perempuan) yang duduk di kursi, berdiri, atau menunggangi kuda. Baju baja, helm, dan senjatanya terbuat dari kertas yang dipernis, biasanya dengan aksen logam. Tidak ada set yang spesifik untuk boneka ini, bisa terdiri dari Kaisar Jimmu, Permaisuri Jingu dengan perdana menteri Takenouchi yang membawa putra kaisar yang baru lahir, Shoki si Penumpas Setan, Toyotomi Hideyoshi dan jenderalnya serta tea-master, dan juga figur dari cerita dongeng, seperti Momotaro, Anak Buah Persik atau Kintaro, Anak Emas.

Berikutnya tentang Daruma, Ichimatsu, Hakata Ningyo, Gosho Ningyo

VN:F [1.6.2_892]
Rating: 4.5/5 (2 votes cast)
VN:F [1.6.2_892]
Rating: 0 (from 0 votes)
No Comments »
Share/Save
 

Kokeshi

Kokeshi

Kokeshi

Kokeshi merupakan boneka Jepang yang terbuat dari kayu, dengan badan silinder yang sederhana dengan kepala yang lebih besar dari badannya, rambut yang sedikit, dan garis-garis yang digambar membentuk wajah. Biasanya di badannya digambar corak bunga dengan warna merah, hitam, kuning dan dilapisi dengan semacam lilin. Karakteristik mencolok dari boneka Kokeshi adalah tiadanya lengan dan kaki. Biasanya di bagian bawah boneka ini ditandai dengan cap/stempel pemiliknya.

Kokeshi ini telah dibuat selama 150 tahun, dan berasal dari utara pulau Honshu (pulau utama Jepang). Awal mulanya, boneka ini dibuat sebagai mainan dari anak-anak petani. Dari mainan yang sederhana ini, sekarang menjadi kerajinan Jepang yang terkenal, dan dijadikan souvenir bagi turis.

Berikutnya tentang Ningyo, Karakuri, Hina Ningyo

VN:F [1.6.2_892]
Rating: 2.0/5 (2 votes cast)
VN:F [1.6.2_892]
Rating: 0 (from 0 votes)
4 Comments »
Share/Save
 

Pernah nonton J-Dorama Love Generation (ラブジェネレーション Rabu Generashon)? Dorama ini dimainkan oleh Takuya ‘Kimutaku’ Kimura (Katagiri Teppei) dan Matsu Takako (Uesugi Riko). Sebelumnya mereka juga bermain bersama dalam film Long Vacation. Film ini sudah lama sekali ditayangkan di Jepang sana, hampir 11 tahun lalu, tepatnya 13 October 1997 hingga 22 December 1997 setiap hari Minggu dan di Indonesia sendiri pernah di tayangkan di salah satu stasiun tv swasta yang kala itu gemar menayangkan dorama Jepang. Ceritanya yang menarik dan tokoh-tokohnya yang benar-benar mendalami perannya menjadikan dorama ini sebagai dorama favorit saya. Sampai-sampai saya bela-belain mendownload torrent-nya sebesar 3-4 GB.

Love Generation: Teppei dan Riko.

Love Generation: Teppei dan Riko.

Dari judulnya kita sudah bisa menebak tentang apa dorama ini. Cerita ini mengisahkan tentang hubungan Teppei dan Riko yang merupakan teman sekantor. Dikisahkan Teppei adalah designer handal dan populer di kalangan cewek, tapi cara bekerjanya yang terkesan egosentris, akhirnya dia dipindahkan ke bagian sales. Disinilah cerita kemudian berkembang, dari bagaimana dia bekerja di departemen yang benar-benar awam baginya, hingga bertemu dengan Riko yang kemudian kerap membantunya bekerja. Awalnya mereka berdua tidak begitu akur, tapi lama kelamaan Riko pun ada hati ke Teppei. Hanya saja, Teppei masih saja menyukai mantan pacarnya semasa SMA, Sanae. Setelah lama tidak bertemu, akhirnya Teppei dipertemukan dengan Sanae, dan tidak disangka-sangka ternyata Sanae bertunangan dengan kakaknya, Soichiro. Akhirnya, terjadi cinta segitiga di antara mereka. Hubungan Teppei dan Riko yang baru saja dimulai, diperkeruh dengan adanya salah paham, dimana Sanae menyadari bahwa sebenarnya dia juga masih menyukai Teppei, Soichiro pun juga mempunyai affair dengan wanita di masa lalunya. Disinilah klimaks cinta Teppei dan Riko diuji.

Saya tidak ingin memberikan spoiler, jadi silakan menonton sendiri. Bagi saya, dorama ini sangat layak untuk ditonton, walaupun usianya sudah lama sekali. Cerita yang sedemikian rupa dikemas sederhana dan selalu berisi dan bermakna tiap episode-nya ditunjang oleh aktor-aktris yang selalu mendalami perannya. Suki da ne!! (nggak kayak sinetron indonesia, full basa-basi nggak jelas makna dan topiknya, kalau saya perhatikan nggak ada maknanya karena melenceng jauh akibat panjangnya episode, semoga anak-anak tidak teracuni oleh tayangan-tayangan tidak bermutu)

The crystal apple makes frequent appearances throughout the series.

Crystal apple

Dalam apartemen Teppei terdapat banyak barang-barang yang “tidak biasa” seperti artifak Thai berupa patung wanita, dan ketika Riko pertama kali melihatnya dia begitu terkesan dan memegang bagian *maaf seribu maaf* dadanya hehehe. Ada juga kulkas berumur 30 tahunan (berarti kalau sekarang sudah 40 tahunan) yang tidak lagi dibuat, dan yang paling sering muncul adalah apel kristal. Arti sesungguhnya dari apel ini adalah hanya ada satu cinta sejati, antara Nabi Adam dan Hawa. Kristal sendiri sangatlah rapuh dan mudah pecah, dan ketika seseorang melihat ke dalamnya, dia akan akan melihat semuanya terbalik. Apel ini terlihat terbalik pada episode 10-11. Dan pada episode terakhir, apel ini tidak lagi terbalik. Selain itu di dalam cover album Love Generation juga ditampilkan apel kristal ini.

The advertising board in Love Generation features Ryo from Long Vacation, a 1996 drama in which Kimura and Matsu starred.

True love never runs smooth

Papan reklame di Love Generation yang menampilkan Ryo dari Long Vacation (yang juga dimainkan oleh Kimutaku dan Matsu)

Papan reklame ini selalu muncul, seorang model yang memegang kristal apel, dan tertulis “True love never runs smooth” menyimbolkan hubungan antara Riko dan Teppei, yang mengharuskan mereka berdua berjuang dari pertama kali bertemu hingga cinta segitiga yang terjadi antara Teppei, Sanae, dan Riko. Reklame ini juga terpampang dimana-mana, dari taman hingga di kulkas 30 tahun milik Teppei, dan “True love never runs smooth” menjadi motto tidak resmi dari dorama ini.

Setelah saya mencari tahu, kalimat ini awalnya dari William Shakespeare, tahun 1595. Berikut ini ceritanya yang dicuplik dari Trivia-Library

The Story behind It: This familiar quote comes from A Midsummer Night’s Dream. Hermia, the heroine, wants to marry Lysander, but is forbidden to do so by her father. The Duke of Athens, Theseus, is also against the marriage and tells Hermia that she must marry her father’s choice, Demetrius, or she will be either locked up in a nunnery or killed. In the first scene of Act I, Lysander consoles Hermia:

Aye me! For aught that I could ever read, Could ever hear by tale or history, The course of true love never did run smooth.

Hermia and Lysander ultimately are wed, after an interesting night in the local forest and an encounter with Oberon and Titania, the king and queen of the fairies.

Judul Episode dan Rating

  • Ep 01: 「新しい自分と運命の恋に出会うとき」
  • Ep 02: 「恋に落ちる瞬間」
  • Ep 03: 「涙雨に濡れた贈り物」
  • Ep 04: 「愛のない一夜」
  • Ep 05: 「キス、キス、キス」
  • Ep 06: 「愛の混浴露天風呂」
  • Ep 07: 「幸せの次に来る事」
  • Ep 08: 「突き刺さる愛の破片」
  • Ep 09: 「別れ」
  • Ep 10: 「東京ラストデート」
  • Ep 11: 「この恋のために、生まれてきた」
  • Ep 01: 31.3%
  • Ep 02: 30.1%
  • Ep 03: 29.0%
  • Ep 04: 30.8%
  • Ep 05: 28.6%
  • Ep 06: 30.8%
  • Ep 07: 30.3%
  • Ep 08: 29.4%
  • Ep 09: 32.5%
  • Ep 10: 32.3%
  • Ep 11: 32.1%


Penghargaan

VN:F [1.6.2_892]
Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
VN:F [1.6.2_892]
Rating: 0 (from 0 votes)
8 Comments »
Share/Save
 

Konbini sebenarnya berasal dari Convenience Store, yang bila dituliskan dengan huruf katakana menjadi konbiniensu sutoa, tetapi hanya diucapkan menjadi konbini. Konbini ini merupakan mini market atau supermarket kecil dengan sistem self-service. Bangunan ini dilengkapi dengan ea-kon (AC) dan banyak rak dan freezer untuk menempatkan barang-barang. Perbedaan antara konbini dengan supermarket adalah adalah variasi barang dan jasa yang tersedia, harga barang yang lebih murah, cara pembayaran, luas bangunan yang lebih sempit dengan kisaran 30-250 m2, sistem penjualan, jam operasional, dan pendistribusian.

Konbini mempercayakan pada apa yang dinamakan POS (Point of Sale) system. Umur dan jenis kelamin pengunjung, apa yang dibeli, seperti layaknya prakiraan cuaca keesokan harinya, merupakan data yang penting. Setiap pesanan dan penentuan dibuat secara online. Sebagaimana luas bangunan yang terbatas, konbini harus selektif dalam memilih merk barang yang akan dijual. Dengan adanya sistem ini misalnya barang yang sedang trend dapat diketahui sesuai data-data pembeli, sehingga barang bisa ready stock. Misalnya juga, apabila ramalan cuaca meramalkan udara akan dingin pada sore harinya, maka pusat akan mengirimkan lebih banyak minuman dan makanam panas.

Biasanya barang yang disediakan di konbini antara lain:

  • Makanan, seperti makanan sampingan, mie instan, kopi instan, bento (seperti spaghetti dan nasi kare), nasi kepal (onigiri), makanan beku, oden, baozi, roti, minuman, seperti susu, minuman berenergi, snack, permen dengan mainan, es krim, bumbu-bumbu, makan kucing-anjing, dan sebagainya.
  • Serba serbi, seperti kosmetik, produk kewanitaan, sabun, sampo, pakaian dalam, payung, baterei, lampu, tisu, tisu toilet, dan kondom.
  • Persediaan untuk kantor, seperti kartu pos, perangko dan meterai, dan alat-alat tulis.
  • Produk hiburan, seperti CD, DVD, kaset, video game, kembang api (tersedia saat musim panas), majalah (termasuk manga), koran, serta buku.
  • Kurir atau layanan pos/kirim.
  • Fotokopi serta layanan fax.
  • ATM untuk berbagai bank.
  • Layanan pembayaran rekening, seperti rekening telepon, listrik, gas, air, NHK, pajak, asuransi kesehatan, uang pensiun, dan asuransi kendaraan.

Beberapa toko juga menjual:

  • Minuman beralkohol, rokok, obat, pembersih contact lens.
  • Pembelian tiket seperti tiket konser, film, taman safari/hiburan, penerbangan, serta bus.
  • Layanan ATM seperti kartu kredit atau keuangan pengunjung.

Dengan segala fasilitas yang disediakan oleh konbini, pengunjung benar-benar dimudahkan. Pengunjung dapat membayar rekening, membeli tiket, membeli makanan, dan sebagainya dalam satu tempat. Layanan pada tahun-tahun terakhir ini adalah ATM. Konbini bekerjasama dengan bank-bank atau bahkan membuka bank tersendiri, sehingga kita tidak perlu bingung menghitung budget sebelum keluar. Bahkan banyak bank yang akhirnya menutup cabang-cabangnya karena kalah banyak dengan jumlah ATM konbini itu sendiri. Jid?nhanbaiki (vending machine)  juga terdapat di dalam atau luar konbini. Selain itu, jika kita membeli mie gelas, kopi sachet atau sejenisnya, tersedia dispenser air panas hingga anda dapat dengan segera menikmatinya. Jika membeli sandwich atau bento yang sudah dingin karena AC dan freezer pun, kita dapat langsung menghangatkannya dalam microwave yang juga tersedia di dekat kasir.

Selain itu pelanggan juga semakin dimanjakan dengan adanya fasilitas e-commerce alias order melalui internet. Proyek ini dikerjakan oleh beberapa konbini besar yang punya jaringan luas seperti Lawson bekerjasama dengan beberapa produsen makanan, minuman, dll dan juga perusahaan telpon seperti NTT Docomo dan NEC yang punya fasilitas internet pada keitainya. Misalkan kita sedang surfing suatu wesite makanan tertentu dan tertarik, biasanya pada site tersebut juga ada icon Lawson dan jika di klik, maka kita akan disuruh mengisi form mengenai barang apa pada web tadi yang ingin di pesan, ingin dibayar sekarang secara kredit atau bayar nanti. Uniknya, jika bayar nanti, kita masih akan ditanya ingin diantar atau ambil sendiri. Jika pilih ambil sendiri akan ada pertanyaan konbini Lawson mana yang terdekat dengan posisi kita dan kapan barang tersebut diambil (tersedia popup peta lokasi yang bisa kita pelajari untuk mengetahui posisi Lawson terdekat) serta apakah kita ingin membayar pakai kredit card atau cash. Jadi sewaktu kita berangkat atau pulang sekolah atau kerja, kita dapat sekalian mengambil barang pesanan kita. Jika pesanan kita butuh waktu beberapa hari , maka email  pemberitahuan bahwa barang telah tersedia akan dikirimkan pada kita. Tak sampai disitu, kerjasama yang dilakukan konbini mulai merambah ke dalam kampus, stasiun, hotel pemandian umum, dan tennis court.

Konbini mempunyai jam operasional minimal 14 jam bahkan ada yang nonstop.  Hal ini sangat berguna dan praktis, apabila di kala malam kita kita membutuhkan obat demam, sekaligus mendinginkan saat terik matahari di kala natsu sembari makan es krim.

Layanan dan fasilitas dalam satu atap ini merupakan salah satu jawaban dari kebutuhan masyarakat Jepang yang benar-benar menghargai waktu dan efektivitas dari segala segi. Bayangkan dengan Indonesia dimana kita harus melakukan semua hal itu di tempat yang berbeda dan berjauhan belum lagi ongkos yang dikeluarkan juga lebih banyak. Kita masih harus banyak belajar dari berbagai kota maju tetapi sekaligus belajar mengatasi dampak negatif dari kemajuan tersebut sebelum kemajuan itu malah memberi kemunduran bagi yang mencontoh karena ketidaksiapan dalam segala hal.

VN:F [1.6.2_892]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.6.2_892]
Rating: 0 (from 0 votes)
No Comments »
Share/Save
Page 1 of 212»
 
 

Random Posts