Warning: Use of undefined constant TWITTER_CONSUMER_KEY - assumed 'TWITTER_CONSUMER_KEY' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 9

Warning: Use of undefined constant TWITTER_CONSUMER_SECRET - assumed 'TWITTER_CONSUMER_SECRET' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 10

Warning: Use of undefined constant TWITTER_ACCESS_TOKEN - assumed 'TWITTER_ACCESS_TOKEN' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 11

Warning: Use of undefined constant TWITTER_ACCESS_TOKEN_SECRET - assumed 'TWITTER_ACCESS_TOKEN_SECRET' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 12

Warning: Use of undefined constant USE_COLLAPSIBLE - assumed 'USE_COLLAPSIBLE' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 14

Warning: Use of undefined constant USE_MULTILINGUAL - assumed 'USE_MULTILINGUAL' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 15

Warning: Use of undefined constant THEME_BODY_WIDTH - assumed 'THEME_BODY_WIDTH' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 16

Warning: Use of undefined constant THEME_COMMENT_THREADED - assumed 'THEME_COMMENT_THREADED' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 17

Warning: Use of undefined constant EDITOR_INLINE_STYLES - assumed 'EDITOR_INLINE_STYLES' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 18

Warning: Use of undefined constant SUPPORT_MENU - assumed 'SUPPORT_MENU' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 19

Warning: Use of undefined constant SUPPORT_THUMBNAIL - assumed 'SUPPORT_THUMBNAIL' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 20

Warning: Use of undefined constant THUMBNAIL_WIDTH - assumed 'THUMBNAIL_WIDTH' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 21

Warning: Use of undefined constant THUMBNAIL_HEIGHT - assumed 'THUMBNAIL_HEIGHT' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 22

Warning: Use of undefined constant DISABLE_PINGTRACKBACK - assumed 'DISABLE_PINGTRACKBACK' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/functions.php on line 24
Kontroversi Sumpit ~Hati-Hati Bagi yang Sering Makan dengan Sumpit~ | Hikaru {Aka} Yuuki のブログ
Warning: Use of undefined constant php - assumed 'php' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/header.php on line 9

Warning: Use of undefined constant php - assumed 'php' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/header.php on line 25
 


Kontroversi Sumpit ~Hati-Hati Bagi yang Sering Makan dengan Sumpit~

Posted in: Kesehatan & Medis |

Pas hari itu tiba-tiba manajerku memanggil dan memberitahu, ada dokumen yang sebaiknya aku lihat dan dokumen itu sudah dikopikan ke shared document komputerku. Heran, dokumen apa gerangan…Jangan-jangan ada tugas. Tapi ternyata tentang sumpit khususnya sumpit bambu. Akhirnya aku lihat bareng-bareng sama teman-teman yang lain, walaupun awalnya sebetulnya artikel ini diperuntukkan bagi aku yang sering makan dengan sumpit ~untung saja aku selalu gunakan sumpit gading… maaf ya gajak-gajah T-T~. Supaya bisa sharing dengan kalian, yuk… sama-sama baca…

Hati2 yaa … buat yang hobby makan pakai sumpit…

Chopstick1

Karena ini panjang (gambarnya lumayan banyak), jadi aku cut disini. Dibaca ya…


Tahukah Anda, bagaimana sumpit ini dibuat?

  1. Dipotong dari pohon bambu
    Chopstick3
  2. Diproduksi oleh industri rumah tangga (contoh gambar dari Vietnam Tengah)
    Chopstick4
  3. Di “putihkan” dengan menggunakan sulfur dan hidrogen peroxida (tanpa disinfektan)
    Chopstick5
    Chopstick6
  4. Proses pengeringan seadanya
    Chopstick7
  5. Di kemas seadanya juga untuk di export ke luar negeri
    Chopstick8
  6. Pengiriman ke luar negeri menggunakan kapal laut (terlalu mahal jika menggunakan pesawat). Dibutuhkan waktu yang cukup lama, contohnya 1 bulan dari Vietnam ke Taiwan . Sementara itu, sumpit yang dikemas dengan seadanya akan sangat besar sekali kemungkinan untuk terkontaminasi oleh kotoran/sarang tikus dan kecoa.
    Chopstick9
  7. Proses pengemasan (tanpa disinfektan)
    Contoh kasus, untuk setiap penerimaan kargo sumpit di taiwan , akan langsung di distribusikan ke industri rumahan yang akan mengerjakan pengemasannya, dan tanpa proses disinfektan (sterilisasi) akan langsung dikirim ke restoran-restoran sebagai titik akhir distribusi.
    Chopstick10
  8. Dan langsung masuk ke mulut Anda
    Chopstick11
  9. Tahukah Anda, bahwa ada ribuan bahkan jutaan monyet yang menetap di dalam sumpit ?
    Chopstick12
  10. Sudah kelihatan belum monyet-monyet tersebut ?
    Chopstick13
  11. Inilah wajah monyet-monyet tersebut.
    Semua sisa cairan (pemutih, sulfur, hidrogen peroxida, kotoran tikus, kotoran kecoa, telor kecoa, telor ulat dsb) akan terus menetap di lubang-lubang kecil tersebut sampai Anda menggunakannya.
    Chopstick14

Pernahkan Anda mendengar kasus keluarnya ulat dari sumpit saat digunakan di mangkok kuah yang panas ?

Sebuah percobaan yang dilakukan oleh pelajar sekolah dasar :

  1. Rendamlah sumpit bambu ini ke dalam air selama 1 minggu, airnya akan menjadi BAU.
  2. Kacang polong yang ditanam dengan air rendaman ini akan tumbuh lebih lambat, dan berhenti tumbuh ketika mencapai 5-6 cm dan kemudian mati.
  3. Asap pembakaran dari sumpit ini akan bersifat asam.

Cara terbaik adalah bawalah sumpit Anda sendiri.
Chopstick15
Kontroversi Sumpit

Sebuah pohon yang berusia 20 tahun bisa menghasilkan sumpit sebanyak 3000 sampai 4000 pasang.

Taiwan menggunakan sumpit sebanyak 100 triliun pasang setiap tahun, artinya 29 juta pohon hilang setiap tahunnya.
Chopstick16

Dengan begitu banyaknya sisa-sisa penggunaan sumpit, apakah tidak mungkin ada orang yang demi keuntungan semata, melakukan pendaurulangan kembali sumpit-sumpit sisa pakai tersebut dengan cara diatas (sulfur dan hidrogen peroxida) untuk dijual kembali ????

Carilah di google dengan keyword “Chopstick controversy” ( Chopstick controversy:
China eats its forest away – http://findarticles .com/p/articles/ mi_m0JQP/ is_311/ai_ 30130478 )

Chopstick17
Chopstick18




Comments

There are 3 comments


  1. erween says:

    untung gw kalo makan masih pale tangan



  2. luna says:

    iehh.. sumpah gellii bangedh gw liadh yg ngambar monyet di potongan sumpit itu.. gmna sih buat’a?
    ampe merinding gw..
    gag maw pake sumpit kayu warung lagi!!



  3. ika says:

    izin copast yaaa…

    arigatou.



Speak Up!

Leave your own comment

KESALAHAN: plugin si-captcha.php mengatakan bahwa dukungan GD image tidak terdeteksi di PHP!

Hubungi hosting situs anda dan tanyakan mereka mengapa dukungan GD image tidak diaktifkan untuk PHP.

KESALAHAN: plugin si-captcha.php mengatakan bahwa fungsi imagepng tidak terdeteksi di PHP!

Hubungai hosting situs Anda dan tanyakan mereka mengapa fungsi imagepng tidak diaktifkan di PHP.

Notify me of follow-up comments via e-mail (or subscribe here).




 

Share

Subscribe Feed

Email

Facebook

Twitter

Delicious

Digg

StumbleUpon

Google Buzz

Deviantart



Warning: Use of undefined constant scripts - assumed 'scripts' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/hikaruyu/public_html/wp-content/themes/hikaruyuuki/library/functions/scripts.php on line 50