Tuntut Plagiat Film!

Posted in: Dorama & Film |

This post is also available in: English

Kiri Spider-Woman (1978), kanan 'Soraya' Supergirl (2010). Mana yang plagiat, sudah kelihatan bukan?

Kiri Spider-Woman (1978), kanan 'Soraya' Supergirl (2010). Mana yang plagiat, sudah kelihatan bukan?

This post is also available in: English

Benar-benar sedih. Tidak kapok-kapoknya sih orang-orang melakukan plagiat. Dan yang baru-baru dilakukan adalah salah satu film serial dari Production House, Soraya Intercine Film, Supergirl yang dibintangi oleh Manohara. Bagaimana tidak, namanya menggunakan Supergirl yang sudah menjadi hak cipta dari Marvel, sedangkan kostum yang digunakan menjiplak dari Spider-Woman dari DC Comics yang terkenal dengan superhero-superheronya. Kenapa sih orang-orang yang bekerja di bidang perfilman itu tidak mau sadar. Mereka sudah menjelek-jelekkan nama Indonesia.

Teman-teman Kaskuser sendiri (thread Kaskus bersangkutan di sini dan di sini) sudah melaporkannya ke DC Comics dan Marvel supaya mereka menuntut Soraya karena masalah ini, entah bagaimana kenyataannya dan semoga ini sebagai pelajaran. Untuk mendukung hal ini buat hashtag #MarvelSueSoraya di Twitter supaya jadi trending topic. Jangan bunuh kreatifitas anak Indonesia yang lain!

Indonesia mempunyai banyak sekali superhero seperti Godam, Wiro Sableng, Si Buta dari Gua Hantu, Caroq, Garudayana, Ksatria Baja Ammar, dan masih banyak lagi.  Mereka-mereka yang dari Indie jauh lebih bagus daripada Production House yang sudah mempunyai nama sekalipun. Masih banyak tim kreatif, pembuat kostum, ide cerita, dll tapi sayang tidak dimanfaatkan di Indonesia ini, sehingga akhirnya mereka ini lebih memilih pindah keluar negeri.

Aset-aset ‘intelektual’ seperti ini seharusnya dilindungi dan dibesarkan supaya semakin membuat bangga Indonesia. Saya heran dengan Production House yang punya banyak uang namun tidak mampu membuat film yang bagus, atau mungkin takut bangkrut sehinga hanya mau membuat film ecek-ecek dan tidak mempunyai muatan moral? Entahlah… mungkin saatnya berpindah ke acara TV kabel dengan film serial yang bagus dan lebih mendidik terutama untuk anak-anak daripada melihat anak-anak kita menjadi rusak karena menonton sinetron sampah.




Comments

There are 2 comments


Speak Up!

Leave your own comment

Notify me of follow-up comments via e-mail (or subscribe here).




 

Share

Subscribe Feed

Email

Facebook

Twitter

Delicious

Digg

StumbleUpon

Google Buzz

Deviantart