Kontroversi Sumpit ~Hati-Hati Bagi yang Sering Makan dengan Sumpit~

Posted in: Kesehatan & Medis |

Pas hari itu tiba-tiba manajerku memanggil dan memberitahu, ada dokumen yang sebaiknya aku lihat dan dokumen itu sudah dikopikan ke shared document komputerku. Heran, dokumen apa gerangan…Jangan-jangan ada tugas. Tapi ternyata tentang sumpit khususnya sumpit bambu. Akhirnya aku lihat bareng-bareng sama teman-teman yang lain, walaupun awalnya sebetulnya artikel ini diperuntukkan bagi aku yang sering makan dengan sumpit ~untung saja aku selalu gunakan sumpit gading… maaf ya gajak-gajah T-T~. Supaya bisa sharing dengan kalian, yuk… sama-sama baca…

Hati2 yaa … buat yang hobby makan pakai sumpit…

Chopstick1

Karena ini panjang (gambarnya lumayan banyak), jadi aku cut disini. Dibaca ya…


Tahukah Anda, bagaimana sumpit ini dibuat?

  1. Dipotong dari pohon bambu
    Chopstick3
  2. Diproduksi oleh industri rumah tangga (contoh gambar dari Vietnam Tengah)
    Chopstick4
  3. Di “putihkan” dengan menggunakan sulfur dan hidrogen peroxida (tanpa disinfektan)
    Chopstick5
    Chopstick6
  4. Proses pengeringan seadanya
    Chopstick7
  5. Di kemas seadanya juga untuk di export ke luar negeri
    Chopstick8
  6. Pengiriman ke luar negeri menggunakan kapal laut (terlalu mahal jika menggunakan pesawat). Dibutuhkan waktu yang cukup lama, contohnya 1 bulan dari Vietnam ke Taiwan . Sementara itu, sumpit yang dikemas dengan seadanya akan sangat besar sekali kemungkinan untuk terkontaminasi oleh kotoran/sarang tikus dan kecoa.
    Chopstick9
  7. Proses pengemasan (tanpa disinfektan)
    Contoh kasus, untuk setiap penerimaan kargo sumpit di taiwan , akan langsung di distribusikan ke industri rumahan yang akan mengerjakan pengemasannya, dan tanpa proses disinfektan (sterilisasi) akan langsung dikirim ke restoran-restoran sebagai titik akhir distribusi.
    Chopstick10
  8. Dan langsung masuk ke mulut Anda
    Chopstick11
  9. Tahukah Anda, bahwa ada ribuan bahkan jutaan monyet yang menetap di dalam sumpit ?
    Chopstick12
  10. Sudah kelihatan belum monyet-monyet tersebut ?
    Chopstick13
  11. Inilah wajah monyet-monyet tersebut.
    Semua sisa cairan (pemutih, sulfur, hidrogen peroxida, kotoran tikus, kotoran kecoa, telor kecoa, telor ulat dsb) akan terus menetap di lubang-lubang kecil tersebut sampai Anda menggunakannya.
    Chopstick14

Pernahkan Anda mendengar kasus keluarnya ulat dari sumpit saat digunakan di mangkok kuah yang panas ?

Sebuah percobaan yang dilakukan oleh pelajar sekolah dasar :

  1. Rendamlah sumpit bambu ini ke dalam air selama 1 minggu, airnya akan menjadi BAU.
  2. Kacang polong yang ditanam dengan air rendaman ini akan tumbuh lebih lambat, dan berhenti tumbuh ketika mencapai 5-6 cm dan kemudian mati.
  3. Asap pembakaran dari sumpit ini akan bersifat asam.

Cara terbaik adalah bawalah sumpit Anda sendiri.
Chopstick15
Kontroversi Sumpit

Sebuah pohon yang berusia 20 tahun bisa menghasilkan sumpit sebanyak 3000 sampai 4000 pasang.

Taiwan menggunakan sumpit sebanyak 100 triliun pasang setiap tahun, artinya 29 juta pohon hilang setiap tahunnya.
Chopstick16

Dengan begitu banyaknya sisa-sisa penggunaan sumpit, apakah tidak mungkin ada orang yang demi keuntungan semata, melakukan pendaurulangan kembali sumpit-sumpit sisa pakai tersebut dengan cara diatas (sulfur dan hidrogen peroxida) untuk dijual kembali ????

Carilah di google dengan keyword “Chopstick controversy” ( Chopstick controversy:
China eats its forest away – http://findarticles .com/p/articles/ mi_m0JQP/ is_311/ai_ 30130478 )

Chopstick17
Chopstick18




Comments

There are 3 comments


  1. erween says:

    untung gw kalo makan masih pale tangan



  2. luna says:

    iehh.. sumpah gellii bangedh gw liadh yg ngambar monyet di potongan sumpit itu.. gmna sih buat’a?
    ampe merinding gw..
    gag maw pake sumpit kayu warung lagi!!



  3. ika says:

    izin copast yaaa…

    arigatou.



Speak Up!

Leave your own comment

Notify me of follow-up comments via e-mail (or subscribe here).




 

Share

Subscribe Feed

Email

Facebook

Twitter

Delicious

Digg

StumbleUpon

Google Buzz

Deviantart