In Loving Memory Of, Anna

Posted in: Diariku |

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…

Duka, sedih mendalam merundung di hari Jum’at ini (3/5) . Salah satu sahabat dari SMA, Diah, mengabarkan sahabat kami yang telah berteman selama 12 tahun berpulang karena sakit. Kami berempat sejak SMA menjalin persahabatan dan menamakan “geng” kami The Corrs, karena anggotanya mirip dengan grup musik itu, anggota kami terdiri dari 1 cowok (aku) dan 3 cewek (Duo kembar Aga dan Anna, serta Diah). Aku juga sendiri suka sekali  dengan musik The Corrs sejak SMP dan ternyata memiliki grup sendiri di SMA, walau tidak dalam bidang musik, tapi ada kemiripan di antara kami. Kami saat itu suka hal-hal yang berbau Jepang, musik dan lagu Jepang, anime, dorama Jepang, dll. Aku dan Diah saat itu sama-sama suka membuat ilustrasi anime. Aku dan Aga suka lagu Jepang dan dorama. Aku dan Anna sering membicarakan tokusatsu seperti Ultraman Tiga, Dyna, dia juga suka Power Ranges yang ada di stasiun swasta. Begitu juga saat ada dorama Strawberry on Shortcake, Anchor Woman (News no Onna), Boku dake no Madonna, yang membuatnya  tergila-gila dengan Hideaki -Takk- Takizawai. Hal-hal tersebut yang mengikat kami dalam persahabatan. Kami sering keluar bersama entah itu nonton, ke Gramedia atau yang lain. Walau kami sudah berbeda-beda kota, namun kalau ada kesempatan kami usahakan berkumpul, terakhir yang aku ingat kami jalan-jalan ke MX, makan sushi, ke nikahannya Putri. Terakhir aku ngobrol dengan Anna kira-kira 2 bulan lalu lewat WhatsApp untuk bertanya kabarnya. Beberapa waktu lalu pun, aku dan Diah ingin berkumpul bersama duo kembar ketika aku liburan kuliah semester ini dan pulang ke Malang. Namun, sayangnya itu tidak bisa terwujud.

Anna, hal yang aku ingat tentang seseorang sahabat yang baik, lucu, enak untuk ngobrol, riang, sering juga membuat kami tertawa. Sosok yang tinggi langsing dan putih, membuat aku dan dia sering merasa siapa yang paling tinggi dan putih. Tiap kami bertemu setelah sekian lama, biasanya dia bilang “kamu kok tambah putih, Put” padahal tentu saja dia yang menang putih. Semua itu adalah kenangan indah bersama-sama yang aku ingin tetap ada hingga kami tua bersama nanti.

Selamat jalan sahabat baikku, semoga engkau bahagia di sana dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Kami akan selalu mendoakanmu yang terbaik. Terima kasih banyak dan mohon maaf  yang belum sempat terucapkan. We’re loving you as the best friend, family, sister and we will keep memory of you forever…




Speak Up!

Leave your own comment

Notify me of follow-up comments via e-mail (or subscribe here).




 

Share

Subscribe Feed

Email

Facebook

Twitter

Delicious

Digg

StumbleUpon

Google Buzz

Deviantart