Hari (Santo) Valentine apakah Hari Kasih Sayang?

Posted in: Seni & Budaya |

Hari (Santo) Valentine Kristen apakah Hari Kasih Sayang???

Hari Saint Valentine (sering disingkat menjadi Hari Valentine, Saint/Santo adalah seseorang umumnya beragama Kristen–  yang dianggap suci) adalah hari raya umat Kristen tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 14 Februari yang merayakan cinta dan kasih sayang antara sahabat akrab. Hari raya ini dinamakan seperti itu setelah satu atau lebih martir Kristen di masa awal yang bernama Valentine dan ditetapkan oleh Paus Gelasius I pada tahun 496 SM. Ini adalah hari tradisional bagi pecinta mengungkapkan cinta mereka satu sama lain dengan menyajikan bunga, menawarkan gula-gula, dan mengirim kartu ucapan (disebut “valentines”). Simbol Hari Valentine di masa modern adalah bentuk hati, merpati, dan sosok Cupid bersayap. Sejak abad ke-19, kartu “valentines” yang ditulis tangan sebagian besar diproduksi secara massal sebagai kartu ucapan

Perayaan Kesuburan Bulan Februari

Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.


Sejarah Valentine

Valentine dihormati tanggal 14 Februari awal muasalnya merujuk ke beberapa martir Kristen masa awal yang bernama Valentine.

  • Valentine, pastur dari Roma (Valentinus presb. M. Romae),
  • Valentine, uskup dari Terni (Valentinus ep. Interamnensis m. Romae).
  • Valentine, martir di propinsi Romawi Africa

Valentine dari Roma adalah seorang pastur di Roma yang menjadi martir sekitar tahun 269 SM dan dikuburkan di Via Flaminia. Reliknya berada di Gereja Santo Praxed di Roma, dan di Gereja Whitefriar Street Carmelite di Dublin, Irlandia. Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Valentine Terni menjadi uskup Interamna (modern Terni) sekitar tahun 197 SM dan dikatakan telah menjadi martir pada masa penganiayaan di bawah Kaisar Aurelian. Ia juga dimakamkan di Via Flaminia, tapi di lokasi yang berbeda dari Valentine dari Roma. Reliknya berada di Basilika Santo Valentine di Terni (Basilica di San Valentino).

Catholic Encyclopedia juga berbicara tentang orang suci ketiga bernama Valentine yang disebutkan pada awal martirologi Februari sebelum tanggal 14. Dia menjadi martir di Afrika dengan sejumlah sahabat, tetapi tidak ada lagi yang diketahui tentang dirinya.

Tidak ada unsur-unsur romantis di awal abad pertengahan dalam biografi asli kedua martir ini. Seiring waktu Saint Valentine mempunyai keterkaitan dengan romantisme pada abad 14 dan perbedaan antara Valentine Roma dan Valentine Terni menjadi benar-benar hilang. Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari

Pada tahun 1969 revisi dari Roman Catholic Calendar of Saints, hari raya Santo Valentine pada tanggal 14 Februari telah dihapus dari Kalender Romawi Umum dan dipindahkan ke kalender tertentu (lokal atau bahkan nasional) untuk alasan berikut:

“Meskipun peringatan Santo Valentine adalah kuno, ditanggalkan ke kalender tertentu, karena, selain dari namanya, tidak ada yang diketahui dari Santo Valentine, kecuali bahwa ia dikuburkan di Via Flaminia pada tanggal 14 Februari. ” Singkatknya ini sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu. Hari raya masih dirayakan di Balzan (Malta) di mana relik peninggalan suci diklaim ditemukan, dan juga di seluruh dunia oleh Katolik yang mengikuti kalender yang lebih tua, pre-Vatikan II.


Abad Pertengahan

The Early Medieval Acta dari kedua Santo Valentine diuraikan secara singkat dalam Legenda Aurea. Menurut versi itu, St Valentine dianiaya sebagai seorang Kristen dan diinterogasi oleh Kaisar Romawi Claudius II secara pribadi. Claudius sangat terkesan oleh Valentine dan melakukan diskusi dengan dia dan berusaha untuk membujuknya ke penyembah berhala (paganisme) Romawi dalam rangka untuk menyelamatkan hidupnya. Sedangkan Valentine menolak dan mencoba untuk membujuk Claudius untuk memeluk Kristen. Karena hal ini, ia dihukum mati. Sebelum eksekusi, dia dilaporkan telah melakukan mujizat dengan menyembuhkan putri buta dari sipir penjara.

Legenda Aurea masih tidak memberikan koneksi sentimentil apa pun dengan cinta, suatu pengetahuan disulam di zaman modern untuk menggambarkan Valentine sebagai seorang pastur yang menolak hukum dari Kaisar Romawi Claudius II yang memerintahkan laki-laki muda tetap membujang. Kaisar melakukan hal ini untuk memperbesar pasukannya karena mempercayai bahwa pria yang sudah menikah tidak menjadikan prajurit yang baik. Pastur Valentine diam-diam melakukan upacara perkawinan untuk laki-laki muda. Ketika Claudius mengetahui hal ini, Valentine ditangkap dan dipenjara. Dalam pembubuhan untuk The Golden Legend yang disediakan oleh American Greetings, Inc untuk History.com dan secara luas diulang, pada malam sebelum Valentine akan dieksekusi, ia menulis sendiri kartu “valentine” pertama, ditujukan kepada seorang gadis muda yang diidentifikasi sebagai kekasihnya, yaitu putri sipir penjara yang disembuhkan atau telah sebelumnya dia jalin pertemanan, atau keduanya. Itu adalah catatan yang berbunyi “Dari Valentine-mu.

Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.




Comments

There are 2 comments


  1. fresi46 says:

    so detail bro… mantafff



  2. Adikara Putra (Hikaru Yuuki) says:

    yupp…makasih…walaupun saya non Kristiani tetapi berusaha untuk memberikan kejelasannya tentang Hari Raya Umat Kristiani tsb. Dan yang membuat saya “prihatin” anehnya juga kebanyakan dari umat non Kristiani (terutama muslim) malah ikut-ikutan merayakan ritual Hari Raya Umat Kristiani ini :)



Speak Up!

Leave your own comment

Notify me of follow-up comments via e-mail (or subscribe here).




 

Share

Subscribe Feed

Email

Facebook

Twitter

Delicious

Digg

StumbleUpon

Google Buzz

Deviantart