- Hikaru {Aka} Yuuki のブログ - http://www.hikaruyuuki.com -

Budaya ponsel Jepang

Di Jepang, ponsel atau yang dikenal dengan keita denwa (singkatnya keitai) ada dimana-mana. Banyak orang di Jepang mempunyai ponsel, yang sebagian besar sudah dilengkapi dengan banyak kemampuan, seperti video dan camera berkualitas tinggi. Penggunaan dan kebutuhan yang meningkat menjadikan perkembangan ponsel sebagai budaya ponsel atau keitai culture.

Banyak ponsel mempunyai kemampuan antara lain:

Beberapa tahun terakhir beberapa ponsel mempunyai kemampuan untuk digunakan debit atau kartu kredit yang dapat digunakan untuk membeli di berbagai tempat seperti membeli maskara hingga tiket pesawat terbang. Fungsionalitas ini antara lain:

Beberapa ponsel terbaru dapat digunakan untuk menonton film/televisi melalui ponsel. Kebanyakan koneksi ponsel ke internet melalui layanan seperti i-mode. Jepang juga yang pertama kali meluncurkan layanan 3G dengan skala yang luas. Layanan yang populer digunakan adalah mengecek jadwal kereta dan rencana perjalanan menggunakan public transit.

Penggunaan Ponsel

Percakapan menggunakan ponsel di dalam bus atau kereta tidak disukai, dan dipesan agar penumpang tidak melakukan panggilan dan mengganti profile ke silent mode (“public mode” atau “manners mode”). Email sangatlah populer untuk segala usia, hal ini dikarenakan murahnya per pesan yang memperbolehkan 10.000 karakter per pesan dengan adanya karakter spesial, emoticons, gambar, animasi kecil, dan kemampuan menulis dalam bahasa Inggris dan Jepang.

Pager digunakan pada akhir 1980 dan 1990 sebelum adanya ponsel. Pager ini hanya dapat menampilkan angka dan digunakan untuk mengingatkan pemiliknya bahwa dia mendapat panggilan dari nomer telepon tertentu, tapi kemudian remaja mulai menggunakan angka untuk berkomunikasi mulai dari salam hingga emotions. Kebanyakan didasarkan dari berbagai cara membaca angka dalam bahasa Jepang, contohnya adalah: