Budaya ponsel Jepang

Posted in: Budaya Jepang & Indo |

Di Jepang, ponsel atau yang dikenal dengan keita denwa (singkatnya keitai) ada dimana-mana. Banyak orang di Jepang mempunyai ponsel, yang sebagian besar sudah dilengkapi dengan banyak kemampuan, seperti video dan camera berkualitas tinggi. Penggunaan dan kebutuhan yang meningkat menjadikan perkembangan ponsel sebagai budaya ponsel atau keitai culture.

Banyak ponsel mempunyai kemampuan antara lain:

  • E-mail
  • database yang dapat dikonfigurasi
  • phone and address books
  • alarm clocks and stopwatches
  • Live Video feed via Piconet
  • Mobile games, contohnya role-playing games seperti Dragon Quest atau Final Fantasy
  • Daytimers
  • berbagai kemampuan untuk image enhancement, seperti pilihan membuat borders, membuat animations, dan sebagainya.
  • Instant Messenger
  • Calculator, calendar, schedule note and memo pad
  • Memainkan musik yang telah di download
  • Merekam dan memainkan suara, musik, dan gambar
  • Portable music player (MP3 player etc.)
  • Portable video player (MP4 player etc.)
  • Panggilan Video
  • Navigasi GPS
  • Menonton TV (1seg) dan mendengarkan radio (FM/AM)
  • TV phone
  • Penanggulangan kejahatan (buzzer, dengan laporan langsung ke polisi secara otomatis)
  • Pedometer
  • ‘Read aloud’ system
  • Touch-pad system
  • A fingerprint/face certification system untuk perlindungan data personal
  • Mobile centrex service dengan wireless LAN

Beberapa tahun terakhir beberapa ponsel mempunyai kemampuan untuk digunakan debit atau kartu kredit yang dapat digunakan untuk membeli di berbagai tempat seperti membeli maskara hingga tiket pesawat terbang. Fungsionalitas ini antara lain:

  • Layanan E-money dan berbagai fungsi sertifikasi melalui Untouched IC card (seperti FeLiCa)
  • Berbagai layanan dengan Osaifu Keitai (ponsel dengan fungsi sebagai wallet) dari NTT DoCoMo
  • Layanan E-money seperti Edy
  • Mobile Suica yang dapat digunakan untuk membeli tiket kereta
  • Cmode: vending machine yang dapat digunakan dengan QR Code dan ponsel Osaifu-keitai

Beberapa ponsel terbaru dapat digunakan untuk menonton film/televisi melalui ponsel. Kebanyakan koneksi ponsel ke internet melalui layanan seperti i-mode. Jepang juga yang pertama kali meluncurkan layanan 3G dengan skala yang luas. Layanan yang populer digunakan adalah mengecek jadwal kereta dan rencana perjalanan menggunakan public transit.

Penggunaan Ponsel

Percakapan menggunakan ponsel di dalam bus atau kereta tidak disukai, dan dipesan agar penumpang tidak melakukan panggilan dan mengganti profile ke silent mode (“public mode” atau “manners mode”). Email sangatlah populer untuk segala usia, hal ini dikarenakan murahnya per pesan yang memperbolehkan 10.000 karakter per pesan dengan adanya karakter spesial, emoticons, gambar, animasi kecil, dan kemampuan menulis dalam bahasa Inggris dan Jepang.

Pager digunakan pada akhir 1980 dan 1990 sebelum adanya ponsel. Pager ini hanya dapat menampilkan angka dan digunakan untuk mengingatkan pemiliknya bahwa dia mendapat panggilan dari nomer telepon tertentu, tapi kemudian remaja mulai menggunakan angka untuk berkomunikasi mulai dari salam hingga emotions. Kebanyakan didasarkan dari berbagai cara membaca angka dalam bahasa Jepang, contohnya adalah:

  • 4-6-4-9 dibaca yo-ro-shi-ku (“hello”, “regards”)
  • 3-3-4-1 dibaca sa-mi-shi-i (sabishii berarti “i feel lonely”)
  • 8-8-9-1-9 dibaca ha-ya-ku-i-ku (hayaku iku berarti “hurry up, let’s go”)
  • 3-9 dibaca san-kyu (SANKYU berarti “thank you”)



Comments

There are 6 comments


  1. erween says:

    test..bisa comment ga?



  2. ????? says:

    wah???bagus?juga?????



  3. witch says:

    test,,,



  4. witch says:

    wahhhhhh!!!!!!!!! sugoi ne~~ XD



  5. mega says:

    Thanx for the article. sangat membantu.



Speak Up!

Leave your own comment

Notify me of follow-up comments via e-mail (or subscribe here).




 

Share

Subscribe Feed

Email

Facebook

Twitter

Delicious

Digg

StumbleUpon

Google Buzz

Deviantart